Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPR RI Puan Maharani melanjutkan komitmen lembaganya untuk menjadi parlemen yang modern. Namun sejumlah kritik masih ditujukan pada DPR khususnya dalam hal keterlibatan publik dan keterbukaan informasi.
Tahun lalu DPR RI meraih predikat sebagai Badan Publik Informatif dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2021 dari Komisi Informasi Pusat (KIP). Namun jika melihat sulitnya publik mengakses perkembangan pembahasan RUU di DPR, hal ini masih jadi catatan buat DPR.
“Partisipasi publik itu adalah satu catatan yang perlu dilihat oleh DPR itu sendiri dalam konteks legislasi. Artinya transparansi atau keterbukaan informasi publik yang sudah dilakukan DPR itu belum menjawab tantangan partisipasi publik dalam legislasi. “ kata Indonesia Parliament Center, Hanif Suranto.
Kemudian, publik, terutama di daerah tidak memiliki informasi tentang wakil mereka di DPR.”Kemudian juga yang jadi concern konstituen di daerah pemilihan, gimana mereka menyampaikan aspirasi masyarakat, keluh kesah dan apakah direspon atau tidak. Siapa anggotanya, rumah aspirasi alamat dimana, email apa, nomor kontak berapa, itu masih belum sepenuhnya disediakan oleh DPR,” tambah Hanif.
Sementara itu, Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus menyatakan bahwa masih banyak yang hasil dibenahi DPR untuk menjadi parlemen modern.
Lucius mencontohkan, dalam pembahasan sejumlah Rancangan Undang Undang (RUU) misalnya RUU Ciptakerja, RUU IKN dan sekarang RUU KUHP, DPR tidak transparan. Yang muncul di laman media sosial maupun situs DPR adalah ‘foto selfie’, acara wara-wiri kunjungan ke daerah. “Pada hal hal mendasar, yang substantif seharusnya DPR bisa membuka diri. Misalnya konsisten menyampaikan ke publik progress pembahasan RUU.” lanjut Lucius.
Baca juga: Pakar: Seandainya Mau E-voting, Anggaran Pemilu tidak Sampai Rp76,6 T
Untuk itulah, pembahasan RUU KUHP yang tengah berjalan bisa menjadi jawaban kritik tersebut dan juga membuktikan DPR adalah parlemen yang modern.
“RUU KUHP mereka bilang masa sidang ini akan disahkan, tetapi sulit untuk kita temukan dimana draftnya. Kalau puan yakin bahwa DPR akan menjadi lembaga modern, buktikan ke publik transparansi mereka dalam pembahasan RUU KUHP,” katanya.
Bicara keterbukaan informasi, Anggota DPR yang juga anggota Open Parliament Indonesia (OPI) Johan Budi mengatakan ada dua tantangan yang dihadapi DPR yaitu pertama, konteks ini keterbukaan juga dibatasi oleh UU, mana yang data yang boleh dipublikasikan dan tidak.
“Yang kedua, Selain itu juga ada juga kendala di parlemen adalah ketidaksamaan persepsi, atau ketidaksamaan dalam memutuskan persoalan di lembaga DPR, “ Kata Johan saat tampil sebagai pembicara di acara Forum Tematik Bakohumas DPR RI hari ini.
Johan mencontohkan, saat terjadi polemik anggaran gorden DPR, ada banyak statement yang keluar dari DPR dari berbagai sumber, tidak satu kesatuan yang disampaikan oleh anggota DPR mewakili DPR. Dia menyarankan Setjen di DPR RI menjadi pemberi informasi untuk segala persoalan yang sifatnya kelembagaan.
Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan DPR RI kini mengambil langkah besar untuk jadi parlemen modern yang mengedepankan good governece agar tiga fungsi DPR RI yaitu legislasi, anggaran, dan pengawasan dapat dilaksanakan dengan representasi rakyat Indonesia.
Selain untuk menjalankan amanat UU keterbukaan informasi publik, hal ini dilakukan juga karena menurut Puan perkembangan pesat teknologi digital sudah mengubah cara hidup masyarakat dalam bekerja dan bersosialisasi.
"Sekarang orang ingin informasi mudah diakses di perangkat elektronik mereka," ujar Puan dalam sambutannya di Forum Tematik Bakohumas DPR RI, kemarin. (Ant/OL-4)
PENYUSUNAN Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem penegakan hukum nasional.
Legislator PDIP Edy Wuryanto mendesak pemerintah memprioritaskan pemenuhan dokter spesialis di daerah 3T serta mencegah mahalnya pendidikan kedokteran.
Siapa Sudewo? Simak profil Bupati Pati yang dilantik pada 2025, lengkap dengan biodata, karier politik, dan perjalanan menuju kursi kepala daerah.
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda memastikan mekanisme pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat.
Ahmad Safei meminta Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, TNI, dan Polri untuk segera melakukan pencarian korban hilangnya pesawat ATR 42-500
Wakil Ketua Komisi V DPR RI mendesak Kemenhub melakukan audit soal insiden hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT di wilayah Maros
Permasalahan dalam legislasi saat ini dinilai telah menyentuh level fundamental, baik dari sisi substansi (material) maupun prosedur pembentukan (formal).
Ketidakpatuhan terhadap tenggat waktu ini merupakan persoalan kronis di parlemen.
Jika menilik tren dalam lima tahun terakhir sejak 2020, efektivitas legislasi DPR hanya berkisar antara 8% hingga 22%.
Ia menegaskan pemerintah tetap menghormati setiap putusan MK dan memandang perbedaan pendapat hukum sebagai hal yang normal dalam negara demokratis.
Saat menerima delegasi Vietnam di Jakarta, kemarin, dia mengatakan digitalisasi merupakan fondasi penting dalam modernisasi layanan hukum Indonesia.
PAKAR Hukum Tata Negara Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah menyoroti rendahnya tingkat kepatuhan DPR dan pemerintah dalam menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved