Kamis 12 Mei 2022, 17:10 WIB

Dua Terdakwa Korupsi TWP-AD Saling Gugat

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Dua Terdakwa Korupsi TWP-AD Saling Gugat

MI/Agus Mulyawan
Pasukan TNI saat melakukan apel pengamanan.

 

DUA terdakwa kasus dugaan korupsi penempatan dana Badan Pengelola Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP-AD) pada 2019-2020 saling mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Depok. 

Keduanya adalah mantan Direktur Keuangan TWP-AD Brigjen Yus Adi Kamrullah dan mantan Direktur Utama PT Griya Sari Harta (GSH) Ni Putu Purnamasari.

Aksi saling gugat tersebut terungkap dalam sidang pembacaan nota keberatan atau eksepsi dari kuasa hukum kedua belah pihak di Pengadilan Tinggi Militer II Jakarta. Gugatan Yus kepada Ni Putu di PN Depok teregistrasi dengan Nomor 43/Pdt.G/2022/PN.Dpk. 

Baca juga: Pengadilan Militer Disebut tak Berwenang Adili Kasus Korupsi TWP-AD

Atas gugatan tesebut, Ni Putu melakukan gugatan balik atau rekonvensi yang menjelaskan Yus telah memanfaatkan PT GSH untuk mendapat keuntungan pribadi dengan cara melawan hukum.

"Dalam rekonensi juga dijelaskan Terdakwa I (Yus) menggunakan jabatannya sebagai Direktur Keuangan BP TWP-AD untuk menyalurkan dana yang ada di BP TWP-AD ke dalam rekening perusahaan yang dipimpin Terdakwa II (Ni Putu)," kata kuasa hukum Ni Putu, Cepi Hendrayani, di ruang sidang, Kamis (12/5).

Adanya aksi gugatan, baik dari Yus ke Ni Putu dan sebalikanya, dijadikan legitimasi asas ultimum remidium dalam hukum. Dengan pedoman asas tersebut, sebuah perkara bisa ditempuh terlebih dahulu melalui jalur perdata ataupun hukum administrasi.

Dalam hal ini, sebelum menerapkan hukum pidana, khususnya pidana korupsi. "Maka sudah sepatutnya gugatan keperdataan tersebut diselesaikan terlebih dahulu, untuk mengetahi siapa pihak yang telah melakukan perbuatan melawan hukum," jelas Cepi.

Baca juga: KPK Dalami Peran Ade Yasin Dari Temuan BPK

"Ada perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan oleh para tergugat. Intinya, klien kami, Terdakwa I menganggap uang TWP-AD itu ada, aman, di bank dalam bentuk deposito," papar Yunus.

Oditur menyeret kedua terdakwa ke meja hijau atas dakwaan Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 UU Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP dan Pasal 8 jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.(OL-11)

Baca Juga

MI/ Duta

Tersangka Ajukan Protes Karena Belum Terima Hasil Gelar Perkara

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 21:10 WIB
Surat protes itu dilayangkan dengan tembusan surat ke Jaksa Agung, Irwasum, Kompolnas dan Komisi III...
MI/Duta

Kejaksaan Periksa Dubes hingga Polisi Terkait Mafia Tanah Pertamina

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 20:36 WIB
Kejati DKI Jakarta memeriksa beberapa saksi mulai dari duta besar hingga anggota kepolisian sebagai saksi dalam kasus mafia tanah atas...
Ist

Tangani Pembalakan Liar di Kalteng, Kombes Pol Kurniadi Raih Presisi Award

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 18:45 WIB
Kombes Pol Kurniadi dan timnya mendapatkan penghargaan tersebut karena berhasil menangani perkara pembalakan liar atau illegal logging di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya