Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Survei: Keamanan Tabungan dan Deposito Jadi Prioritas Nasabah di Tengah Tekanan Ekonomi

Basuki Eka Purnama
09/12/2025 11:16
Survei: Keamanan Tabungan dan Deposito Jadi Prioritas Nasabah di Tengah Tekanan Ekonomi
Ilustrasi(Freepik)

DI tengah dinamika ekonomi dan meningkatnya tekanan biaya hidup, masyarakat Indonesia kini terlihat semakin berhati-hati dan selektif dalam mengelola  dana mereka. Hal ini tercermin dari kecenderungan masyarakat yang lebih memilih  instrumen penyimpanan dana yang dinilai aman dan stabil, terutama pada deposito dan  tabungan digital.

Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan  tabungan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai 4,76% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu (4,89%). Penurunan suku  bunga acuan BI juga turut memengaruhi keputusan masyarakat untuk menahan  penempatan dana pada produk tabungan.

Di sisi lain, tabungan serta deposito tetap menjadi instrumen yang dianggap mampu  memberikan perlindungan nilai dana, sekaligus imbal hasil yang lebih stabil. 

Tren ini juga sejalan dengan hasil riset dalam laporan Ipsos Cost of Living 2025, yang mencatat bahwa  hanya 25% masyarakat Indonesia merasa kondisi finansial mereka berada pada kategori doing alright atau dalam kondisi cukup baik. Kondisi inilah yang membuat masyarakat  semakin cermat dalam memilih layanan dan platform penyimpanan dana.

Dalam rangka memahami preferensi masyarakat terhadap layanan tabungan dan deposito digital, Ipsos sebagai salah satu perusahaan riset pasar terkemuka di dunia merilis survei terbarunya yang menunjukkan bahwa, masyarakat Indonesia kini semakin memprioritaskan  keamanan, stabilitas aplikasi, kemudahan pencairan dana, hingga efisiensi biaya layanan  dalam memilih platform tabungan hingga deposito digital. 

Survei ini melibatkan 300 responden di Indonesia dan menilai persepsi pengguna terhadap sejumlah aplikasi bank digital yang terus berkembang di pasar.

Hasil survei ini menunjukkan bahwa faktor keamanan dan keuntungan produk tabungan dan  deposito juga menjadi pertimbangan utama bagi para responden. 

Pada kategori produk deposito yang dinilai aman dan menguntungkan, SeaBank unggul dengan 39%, diikuti Bank  Jago (30%), Neobank (29%), Allo Bank (19%), dan Superbank (15%).

Selain deposito, kemudahan pencairan bunga tabungan juga menjadi indikator penting  lainnya, SeaBank kembali menjadi pilihan terbesar responden (46%) karena kemudahan pencairan bunga harian sehingga memberikan flaksibilitas bagi Nasabah.  Disusul oleh Bank Jago (31%), Neobank (25%), Allo Bank (16%), dan Superbank (15%).

“Dari survei yang kami lakukan, terlihat jelas bahwa di tengah kondisi ekonomi yang  dinamis, masyarakat semakin menempatkan keamanan dan stabilitas sebagai prioritas  utama dalam mengelola dana mereka. Kemudahan pencairan, baik untuk tabungan  maupun deposito, juga menjadi faktor kunci yang memengaruhi keputusan dalam memilih  layanan digital,” jelas Hansal Savla, Managing Director Ipsos Indonesia dalam keterangan tertulis, Selasa (9/12).

Performa Aplikasi dan Efisiensi Biaya Pengaruhi Pilihan Bank Digital

Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa meningkatnya kesadaran finansial di kalangan masyarakat juga membuat aspek biaya layanan menjadi faktor yang turut diperhatikan. 

Promo bebas biaya admin misalnya,  menjadi salah satu alasan utama dalam memilih layanan perbankan digital. Pada aspek ini, kembali dipimpin oleh SeaBank (47%), diikuti oleh Bank Jago (33%), Neobank (26%),  Superbank (15%), dan Allo Bank (11%).

Performa pada aplikasi bank digital yang stabil (mudah diakses dan jarang eror), dan mudah  digunakan untuk aktivitas keuangan harian secara konsisten menjadi faktor yang penting  bagi masyarakat. 

Survei ini juga menemukan bahwa mayoritas pengguna bank digital—khususnya Gen Z dan  Milenial—paling sering menggunakan aplikasi bank digital mereka untuk transfer, top-up e wallet, dan pembayaran QRIS, disusul dengan tabungan, hingga penggunaan produk  deposito.

Hansal kembali menegaskan, ”Kami melihat generasi pengguna yang lebih muda  mendorong perubahan preferensi dalam layanan keuangan. Mereka mengutamakan  kepraktisan dan kecepatan, termasuk dalam mengelola tabungan secara digital. Sehingga  selain keamanan, platform yang mampu memberikan pengalaman yang lancar dan praktis  akan lebih diunggulkan."

Dengan meningkatnya jumlah pemain di industri perbankan digital, temuan ini menunjukkan  bahwa masyarakat Indonesia semakin matang dalam mengevaluasi layanan finansial.  Preferensi yang semakin beragam namun tetap berfokus pada keamanan, stabilitas, dan  efisiensi, menjadi sinyal penting bagi pelaku industri untuk terus memperkuat kualitas  layanan sekaligus membangun kepercayaan jangka panjang pengguna. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik