Rabu 27 April 2022, 21:46 WIB

Ketua PBNU: Ada Framing Negatif Kepada Bendum NU

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Ketua PBNU: Ada Framing Negatif Kepada Bendum NU

Antara
Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi

 

KETUA Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Fahrur Rozi yang akrab disapa Gus Fahrur meminta masyarakat tidak larut dalam narasi negatif dan opini menyesatkan terkait Bendahara Umum PBNU, Mardani H Maming.

“Jangan menyudutkan Bendahara Umum PBNU hanya berdasarkan asumsi. Isu yang berkembang belum tentu kebenarannya,” kata Gus Fahrur dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/4).

Terkait hadirnya LBH Ansor dan LPBH NU untuk memberikan bantuan hukum bagi Mardani Maming dalam siding Tipikor di Banjarmasin, Gus Fahrus menilai hal itu sesuai sudah sesuai ketentuan 

Ia melanjutkan, hasil kajian tim hukum menduga adanya upaya sistematis dengan menggunakan instrument hukum dengan merekayasa fakta-fakta melalui tuduhan tidak berdasar disertai fitnah. 

“Namun menjadi tidak wajar karena ada upaya menggiring persoalan ini ke luar dari konteks persoalan. Kami menganggap ada pihak yang membuat polarisasi  dan opini yang sistematis terhadap persoalan ini apalagi sudah membawa nama NU. Kami berharap warga Nahdiyin tidak terprovokasi. Sebaiknya tabayyun dulu sebelum berkomentar, jangan malah memperkeruh suasana,” kata Pengasuh Pesantren An Nur Bululawang, Malang ini.

Ia melanjutkan, saat ini ada beberapa pihak yang terus menggoreng kasus ini dengan framing negatif yang menyudutkan NU.

“Posisi bendum PBNU ini masih hanya sebatas saksi, diharapkan jangan berlebihan menanggapi hal ini,“ kata Gus Fahrur yang juga pernah menjabat Wakil Ketua PWNU Jawa Timur. 

Gus Fahrur mengatakan, ini merupakan proses kasus hukum biasa dan orang yang dipanggil menjadi saksi adalah hal yang wajar. 

Mardani pun telah memenuhi panggilan sebagai saksi di pengadilan tipikor Banjarmasin. Mardani juga telah memberikan keterangan mengenai fakta hukum yang dibuat berdasarkan sumpah.

“Kami melihat ada upaya sistimatis dalam membangun narasi negatif atas Bendahara Umum PBNU,” tandasnya.

Perkara ini adalah perkara gratifikasi dan TPPU yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan jabatan Bendahara Umum PBNU. 

“Saya mengimbau semua pihak fokus ke pokok perkaranya saja. Kita harus menghargai dan menghormati proses hukum dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah” ujarnya.

Sekadar diketahui dalam persidangan, Mardani telah memberikan keterangan mengenai fakta utuh proses penerbitan IUP kepada perusahaan bernama PT. PCN yang terjadi pada 2012 itu.

Ia menjadi saksi kasus dugaan suap dan gratifikasi izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Tanah Bumbu dengan terdakwa mantan kepala dinas ESDM Raden Dwidjono. (Ant/ OL-8)

Baca Juga

dok.humas korlantas

Kakorlantas Minta Polantas Gelar Survei Lalin agar Pelayanan Maksimal

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 05:50 WIB
KAKORLANTAS Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi meminta agar para polisi lalu lintas (Polantas) melakukan survei tentang keinginan...
dok.ist

Pengamat Minta Firli Perkuat Pengawasan Jelang Pemilu 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 05:40 WIB
SEPANJANG tahun 2022, terhitung hingga bulan Agustus, terdapat delapan kepala daerah yang ditangkap...
MI/ Ramdani

Komnas HAM Cari Cara Periksa Istri Sambo Agar Tak Trauma

👤MGN 🕔Senin 15 Agustus 2022, 23:57 WIB
Beka mengatakan pemeriksaan Putri bakal dibantu dengan Komisi Nasional (Komnas)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya