Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BRIGJEN Yus Adi Kamrullah didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp133,763 miliar dalam perkara korupsi penempatan dana Badan Pengelola Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP-AD) pada 2019-2020. Perbuatan tersebut dilakukan Yus yang merupakan mantan Direktur Keuangan TWP-AD bersama Direktur Utama PT Griya Sari Harta (GSH) Ni Putu Purnamasari.
Keduanya menjalani sidang pembacaan dakwaan di hadapan majelis hakim yang diketuai Brigjen Faridah Faisal dengan anggota Brigjen Hanifan Hidayatulloh dan Laksma Fahzal Hendri. Sidang perdana itu digelar di Pengadilan Tinggi Militer II Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (27/4).
Dalam surat dakwaan yang dibacakan secara bergantian oleh oditur militer tinggi Brigjen Murod, Brigjen Rohkmat, Laksma Estyningsih, dan Marsma Wirdel Boy, kedua terdakwa disebut tidak mengelola dana TWP-AD sebagaimana peruntukkannya.
Alih-alih meningkatkan kesejahteraan personel, prajurit, dan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan kesatuan TNI AD dalam penyediaan perumahan nondinas, keduanya justru menggunakan dana TWP-AD untuk memperkaya diri.
"Dikuasai dan digunakan Terdakwa I (Yus) dalam bentuk uang sebesar Rp12,29 miliar," ujar oditur.
Baca juga: Kadispenad Larang Keras Prajurit & Satuan TNI AD Minta Bantuan
Selain itu, Yus juga tercatat telah mengirim uang senilai Rp20,24 miliar ke pihak lain serta menguasai aset dalam bentuk saham PT Otomas senilai Rp25,45 miliar. Adapun Ni Putu menggunakan uang hasil korupsi sebesar Rp12,86 miliar untuk keperluan operasional perusahaannya.
Oditur juga menyebutkan Ni Putu telah menggunakan uang Rp24,475 miliar untuk menguasai aset tanah, sedangkan uang senilai Rp3 miliar dimanfaatkan guna pengembalian pinjaman.
Perhitungan kerugian keuangan negara sebesar lebih dari Rp133 miliar didasarkan pada laporan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta pada 28 Desember 2021. Alokasi terbesar kerugian dipicu oleh pengeluaran dana dari rekening TWP-AD ke rekening pribadi Ni Putu, yaitu sebesar Rp65 miliar.
"Dijadikan jaminan kredit yang diajukan pihak PT GSH, dan kemudian dicairkan untuk pelunasan kredit tersebut sebesar Rp62 miliar," jelas oditur.
Kerugian lain, lanjut oditur, disebabkan pengeluaran dana TWP-AD untuk melunasi pinjaman PT GSH sebesar Rp6 miliar dan biaya provisi, dan biaya lain-lain oleh TWP-AD pada PT GSH sebesar Rp763 juta.
Atas perbuatannya, Yus dan Ni Putu didakwa dengan Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 atau Pasal 8 jo Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Oditur telah menyiapkan 48 saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan. Sebagian besar di antaranya adalah personel TNI AD dan pegawai bank. Selain itu, oditur juga meminta hakim mengizinkannya menghadirkan dua orang ahli.
Baik Yus dan Ni Putu sama-sama mengaku memahami isi surat dakwaan yang dibacakan oditur. Setelah ditanya oleh hakim ketua Faridah, keduanya berencana mengajukan nota keberatan dalam persidangan berikutnya.
"Apakah terdakwa akan mengajukan eksepsi atau tidak?" tanya Faridah.
"Siap, Yang Mulia. Mengajukan," kata Yus.
"Sidang akan saya tunda sampai hari Kamis tanggl 12 Mei 2022 untuk memberikan kesempatan pada tim penasihat hukum para terdakwa menyusun eksepsi," pungkas Faridah. (P-5)
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
TNI dan Pemprov Riau menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah bagi siswa-siswi sekolah dasar di Aceh Utara.
Mandat tersebut juga ditegaskan kembali dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI.
Dengan posisi yang masih berupa draf, pembahasan mendalam belum dapat dilakukan, apalagi untuk menentukan sikap politik lembaga legislatif.
Satgas TNI Komando Operasi (Koops) Habema berhasil menuntaskan operasi penyelamatan 18 karyawan PT Freeport Indonesia yang terisolasi selama tiga hari di Pos Tower 270, Distrik Tembagapura
Peserta juga mendapatkan pendalaman materi teknis sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing
Perkara ini bermula dari hubungan kerja sama bisnis di bidang pemasaran asuransi. Pada 6 Agustus 2018,
Menjelang persidangan, Ammar Zoni tampak percaya diri. Ia bahkan menyatakan keyakinannya akan segera bebas dari jeratan hukum.
Efektivitas waktu menjadi pertimbangan utama di balik kebijakan penangkapan tanpa izin tersebut.
Plea bargain merupakan mekanisme baru yang mengatur pengakuan bersalah terdakwa dalam proses persidangan dengan syarat-syarat tertentu sebagaimana diatur dalam KUHAP.
Konsistensi etik merupakan fondasi utama kehakiman yang tidak boleh dikompromikan meski berada dalam pusaran kepentingan.
Merujuk sejumlah survei publik pada 2005, Amzulian menyebut Mahkamah Agung kala itu hanya berada di posisi kelima dalam tingkat kepercayaan publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved