Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menyatakan pihaknya tengah mengusut dugaan adanya aliran dana dari tersangka DNA Pro kepada sejumlah publik figur.
Hal tersebut dilakukan guna mendalami terkait kasus investasi bodong berkedok robot trading DNA Pro.
Dari informasi yang didapat, tersangka kasus DNA Pro, Stefanus Richard, memberikan uang hingga Rp1 miliar kepada pasangan artis Rizky Billar dan Lesti Kejora.
Baca juga: 2 Petinggi Robot Trading DNA Pro Ditangkap, Polisi: Omzetnya Capai Rp330 M
Pemberian uang oleh Stefanus Richard terhadap Rizky dan Lesti dilakukan dalam rangka hadiah atas kelahiran anak pertama mereka, Muhammad Leslar Al Fatih Billar.
Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Kombes Yuldi Yusnan menyatakan akan mendalami informasi tersebut.
"Sedang kami dalami," ungkap Yuldi, Minggu (10/4).
Tidak hanya itu, Yuldi menyebut penyidik juga tengah menelusuri aset-aset dan aliran dana yang diduga hasil dari kejahatan DNA Pro.
Guna membongkar aliran dana dan aset itu nantinya bakal berkolaborasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
"Kita sedang melakukan asset tracing dan follow the money terhadap 6 tersangka tersebut," tandasnya.
Sebelumnya, Dittipideksus Bareskrim Polri berencana segera panggil sejumlah publik figur Indonesia terkait kasus investasi bodong robot trading DNA Pro.
Hal itu dibenarkan Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko.
Remcananya, beberapa publik figur bakal diperiksa pada pekan depan di Bareskrim Polri. Namun, Gatot belum bisa menjelaskan kapan detailnya para artis itu akan dipanggil.
"Jadi yang DNA Pro, perlu disampaikan kepada teman-teman memang ada publik figur yang nanti dijadwalkan penyidik untuk dimintai keterangan. Minggu depan disini," ungkap Gatot di Mabes Polri, Jakarta.
Gatot pun enggan membeberkan identitas publik figur tersebut. Ia hanya menegaskan pihaknya dipastikan akan memeriksa beberapa publik figur. (OL-1)
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah menyoroti penembakan remaja oleh oknum polisi di Makassar, Sulawesi Selatan. Perlu evaluasi SOP senjata api
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved