Kamis 07 April 2022, 15:51 WIB

Soal Tunda Pemilu, Pengamat Nilai Jokowi dan Puan Kader Banteng Sejati

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Soal Tunda Pemilu, Pengamat Nilai Jokowi dan Puan Kader Banteng Sejati

ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR Puan Maharani.

 

PRESIDEN Joko Widodo telah menyerukan para menterinya untuk tidak berwacana di publik terkait penundaan pemilu.

Sebelumnya, Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan sikap politiknya untuk menolak penundaan pemilu. Sikap keduanya dinilai sebagai kader banteng sejati.

Pengamat politik Pusat Politik Nasional (Puspolnas), Yudha Prawira, menyatakan PDIP adalah partai yang menjunjung kesetian kepada partai dan pimpinan partai. Ini akhirnya yang membuat lahirnya istilah petugas partai.

Baginya ini bisa dilihat sebagai makna yang positif yakni kader mengutamakan kepentingan dan keputusan partai di atas kepentingan pribadi.

"Jika saya lihat Puan dan Jokowi, keduanya adalah kader banteng sejati. Ini karena keduanya sepakat dan patuh pada sikap PDIP yang tegas menolak penundaan pemilu," jelas Yudha, Kamis (7/4). 

Dia menyebut Puan seiring sejalan dengan sikap partainya untuk menolak penundaan pemilu dari jauh-jauh hari.

Baca juga: Puan Maharani Pastikan RUU TPKS Disahkan dalam Waktu Dekat

Sementara Jokowi, kata Yudha, juga telah menegaskan sikap menolak penundaan pemilu dengan larangan ke menterinya untuk berkomentar masalah ini.

Keduanya jelas menunjukkan sikap tegak lurus instruksi partai dan menunjukkan kepatuhan. Ini baginya preseden positif dimana soliditas PDIP sangatlah tinggi.

Di sisi lain, Yudha melihat dengan sikap keduanya yang menolak penundaan pemilu akan membuat selesai perdebatan isu ini di publik.

Publik dan elite politik yang pro-penundaan pemilu tidak akan bisa bersuara kembali di publik. Ini karena simbol politik eksekutif dan legislatif telah bertemu dan mencapai kesepahaman bersama. 

"Bagi saya usulan penundaan pemilu semakin tidak realistis untuk diwujudkan. Pilpres menurut saya akan tetap digelar pada tahun 2024," tegas Yudha.

Sebelumnya, Ketua DPR RI, Puan Maharani mengapresiasi sikap Presiden Jokowi yang melarang para menterinya untuk membuat polemik di masyarakat terkait wacana penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan Presiden.

Hal Ini dikatakan Puan usai bertemu dengan presiden Joko Widodo, Rabu (6/4). Ketua DPR Puan Maharani bertemu presiden Joko Widodo di Istana Bogor.

Puan menjelaskan, yang dibutuhkan rakyat saat ini bukanlah perbicangan penundaan pemilu atau perpanjangan presiden, tapi bagaimana harga-harga sembako tidak melonjak dan juga mudah didapatkan. 

Menurut Puan, ketika pemerintah lewat para menterinya terus mendengungkan wacana penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden, hal tersebut justru akan mengurangi kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Padahal di saat-saat seperti ini, kata dia, sangat dibutuhkan kerja sama dan gotong royong semua elemen bangsa, baik pemerintah, aparat negara, swasta dan seluruh rakyat untuk bisa sama-sama pulih dari dampak pandemi Covid-19. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok.MI

Formappi: Fungsi Legislasi DPR Biasa Saja

👤Indriyani Astuti 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 22:47 WIB
Delapan RUU lainnya, ujar Lucius, merupakan RUU Kumulatif Terbuka yang semuanya terkait undang-undang provinsi (5 RUU) dan daerah otonomi...
Dok MI

Esok Tiba di Tanah Air, Surya Darmadi Siap Ikuti Proses Hukum

👤Ant 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 20:21 WIB
Juniver mengatakan Surya sudah bersurat kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin dan jajaran pimpinan Kejagung perih kesiapannya...
ANTARA/M Risyal Hidayat

Eks Pengacara Bharada E: Ada Intervensi untuk Mencabut Surat Kuasa

👤Kisar Rajaguguk 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 20:05 WIB
Diyakini Deolipa, terdapat kode yang disampaikan Bharada E lewat tanda tangan pada surat pencabutan kuasa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya