Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo, Selasa (5/4), menyerukan menterinya untuk tidak berwacana di publik terkait penundaan pemilu.
Pasca-komentar tersebut, Ketua DPR RI, Puan Maharani dan Presiden Joko Widodo lantas melaksanakan pertemuan di Istana Bogor, Rabu (6/4). Pertemuan ini tegaskan jika Puan membawa DPR menjadi lembaga yang mendengarkan aspirasi rakyat.
Pengamat politik IAIN Gorontalo, Hendra Yasin, menyebut wacana penundaan pemilu saat ini menjadi hal kontroversi di tengah publik.
Segelintir elite politik pragmatis ingin pemilu ditunda demi kepentingan pribadi mereka. Padahal menilik survei lembaga SMRC yakni 78,9 % masyarakat Indonesia tidak sepakat pemilu ditunda.
"Saya melihat sikap Puan sejak jauh-jauh hari menolak pemilu adalah cermin dari DPR yang mendengar aspirasi rakyat. Ini ditambah pertemuan dirinya dengan Jokowi beberapa hari lalu. Ini bagian komunikasi politik untuk meminta Jokowi tegas juga ikut menolak penundaan pemilu," jelasnya, Jumat (8/4).
Di sisi lain, Hendra menyebut Puan selaku perwakilan legislatif ingin memastikan eksekutif juga sejalan dalam menolak penundaan pemilu. Ini adalah gambaran dari pertemuan Puan dan Jokowi.
Baca juga: Puan Maharani Pastikan RUU TPKS Disahkan dalam Waktu Dekat
Selain itu, dengan adanya apresiasi Puan atas sikap Jokowi yang melarang menterinya berbicara isu penundaan pemilu, ini menegaskan isu ini akan selesai. Penundaan pemilu menjadi hal yang tidak realistis dilakukan.
"Saya juga melihat Puan sedang mendorong Jokowi selaku kader PDIP untuk menuntaskan pekerjaanya di pemerintahan. Selain itu untuk memastikan adanya kesepahaman terkait isu penundaan pemilu," tegas Hendra.
Tampak pasca-selesainya pertemuan, dia menyebut sudah tercipta kesamaan sikap dimana Jokowi juga ikut menolak penundaan pemilu.
Sebelumnya, Ketua DPR RI, Puan Maharani mengapresiasi sikap Presiden Jokowi yang melarang para menterinya untuk membuat polemik di masyarakat terkait wacana penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan Presiden.
Ini dikatakan Puan usai bertemu dengan presiden Joko Widodo, Rabu (6/4). Ketua DPR Puan Maharani bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.
Puan menjelaskan, yang dibutuhkan rakyat saat ini bukanlah perbicangan penundaan pemilu atau perpanjangan presiden, tapi bagaimana harga-harga sembako tidak melonjak dan juga mudah didapatkan.
Menurut Puan, ketika pemerintah lewat para menterinya terus mendengungkan wacana penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden, hal tersebut justru akan mengurangi kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Padahal di saat-saat seperti ini, kata dia, sangat dibutuhkan kerja sama dan gotong royong semua elemen bangsa, baik pemerintah, aparat negara, swasta dan seluruh rakyat untuk bisa sama-sama pulih dari dampak pandemi Covid-19. (RO/OL-09)
Puan Maharani memberikan sinyal positif pertemuan lanjutan dengan Presiden Prabowo Subianto pasca pertemuan Megawati di Istana Merdeka.
KETUA DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa pihaknya saat ini memilih untuk fokus pada urusan kesejahteraan rakyat dan sinergi program pemerintah dibandingkan Pilpres 2029.
Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa keselamatan jemaah haji Indonesia harus menjadi prioritas utama di tengah kondisi geopolitik Timur Tengah yang kian memanas.
Puan memperingatkan pemerintah agar ketegangan di Timur Tengah tidak menjadi alasan pembiaran atas lonjakan biaya transportasi.
KETUA DPR RI Puan Maharani mengaku mendukung Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) soal aturan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Penguatan pengawasan semata tidak akan cukup jika tidak dibarengi dengan kesadaran moral dari para pemangku kepentingan di daerah.
DPR mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk segera mengeluarkan kesimpulan tegas terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus
Anggota Komisi III DPR Gus Falah Amru apresiasi penurunan angka kecelakaan Mudik 2026, namun ingatkan Polri agar terus berinovasi dan jangan cepat berpuas diri.
ANGGOTA Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyoroti temuan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terkait maraknya pelanggaran pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).
Wakil Ketua Komisi II DPR Aria Bima ingatkan pemerintah bahwa WFH satu hari bukan solusi tunggal hemat BBM.
Legislator PDIP Harris Turino mengajak masyarakat memperkuat solidaritas dan menjaga integritas di tengah tantangan ekonomi pada momen Idulfitri 1447 H.
Wakil Ketua Komisi X DPR, MY Esti Wijayanti, menolak keras wacana sekolah daring untuk penghematan BBM. Ingatkan dampak buruk 'learning loss' dan penurunan karakter siswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved