Rabu 09 Maret 2022, 11:16 WIB

Presiden Jokowi Apresiasi Transparansi Komisi Yudisial

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Presiden Jokowi Apresiasi Transparansi Komisi Yudisial

Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas
Presiden Joko Widodo di Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (1/3/2022).

 

PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan apresiasi kepada Komisi Yudisial atas upaya membangun tradisi transparansi melalui penyampaian laporan tahunan. Lembaga tersebut, menurut kepala negara, mampu membuka diri kepada masyarakat dan menerima berbagai masukan demi memperkuat sistem peradilan di Tanah Air.

"Transparansi, partisipasi dan adaptasi adalah kunci dalam menghadapi tantangan yang semakin berat. Harapan publik kepada institusi negara semakin tinggi. Kita dituntut mampu memberikan pelayanan yg lebih baik, menciptakan sistem pemerintahan dan pelayanan publik yg semakin profesional dan adaptif," ujar Jokowi dalam Penyampaian Laporan Tahunan Komisi Yudisial yang dihadiri secara daring, Rabu (9/3/2022).

Baca juga: Presiden: Komisi Yudisial Harus Perbaiki Rekrutmen Hakim

Di tengah disrupsi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, KY harus mampu melayani dan menjawab pemenuhan hak-hak dan kepentingan masyarakat, mewujudkan independensi sistem peradilan untuk menegakkan hukum dan keadilan.

Oleh karena itu, kepala negara memastikan bahwa pemerintah mendukung setiap langkah yang ditempuh KY untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

"Terutama dengan menerapkan pelayanan digital, seperti dalam rekrutmen hakim, laporan perilaku hakim, pengaduan online dengan aplikasi digital," tutur mantan wali kota Solo itu.

Selain itu, Jokowi juga mengapresiasi langkah KY yang membangun tim penghubung demi menjembatani komunikasi dengan Mahkamah Agung. Strategi tersebut, menurutnya, bisa menjadi solusi dari persoalan perbedaan pendapat yang kerap terjadi antara kedua belah pihak.

"Ini adalah solusi manakala terdapat perbedaan pendapat, termasuk untuk melakukan pemeriksaan bersama atas laporan masyarakat dan pencari keadilan," ucapnya.

Baca juga: Siklus Pemilu Lima Tahunan tak Boleh Berhenti

Kemitraan strategis antara KY dan MA, sambung Jokowi, adalah kunci untuk menjaga marwah para hakim dalam memutus perkara. Semakin kuat hubungan kedua lembaga peradilan itu semakin sempit pula ruang gerak para mafia peradilan.

"Sehingga kita mampu membatasi dan memutus ruang gerak mafia peradilan yang selama ini merusak kepercayaan masyarakat terhadap para hakim dan institusi peradilan," tandas Jokowi. (Pra/A-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Indrianto Eko S

Keberadaan Istri Sambo di TKP Masih Didalami Penyidik

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 21:03 WIB
"Masih didalami oleh penyidik," ujar Kadiv Humas Polri Irjen...
DOK/PRIBADI

Eva Yuliana Menilai Polri Tegas Tangani Kasus Brigadir J

👤Djoko Sardjono 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 20:45 WIB
Jenderal Listyo Sigit telah turun dan mengawal langsung kasus tersebut, sehingga kerja tim khusus yang dibentuk dapat menjalankan tugas...
Dok. Ditjen Bea Cukai

Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama, Bea Cukai dan BNN Wujudkan Indonesia Bersinar dan Bebas Narkoba

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 20:42 WIB
R. Syarif Hidayat menegaskan, tujuan perjanjian kerja sama tersebut adalah untuk optimalisasi, efisiensi, dan efektivitas pelaksanaan tugas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya