Rabu 09 Maret 2022, 04:46 WIB

Polisi Tetapkan Doni Salmanan Sebagai Tersangka

Basuki Eka Purnama | Politik dan Hukum
Polisi Tetapkan Doni Salmanan Sebagai Tersangka

Instagram @donisalmanan
Doni Salmanan

 

PENYIDIK Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menetapkan pengusaha asal Bandung Doni Salmanan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan investasi opsi biner aplikasi Qoutex.

"Gelar perkara penetapan atau meningkatkan status yang bersangkutan dari saksi menjadi tersangka," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Rabu (9/3) dini hari.

Ramadhan menjelaskan, Doni Salmanan ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi, Selasa (8/3) dari pukul 10.10 WIB sampai dengan pukul 23.30 WIB.

Baca juga: Polri Ralat Kasus Doni Salmanan terkait Quotex bukan Binomo

Ia diperiksa selama hampir 13 jam kala penyidik memberikan 90 pertanyaan. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik melakukan penahanan terhadap Doni Salmanan.

"Setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, malam ini juga atau setelah ini saudara DS dilakukan penahanan," kata Ramadhan.

Adapun alasan penahanan dilakukan karena alasan subjektif dan objektif dari penyidik. 

Alasan subjektif adalah dikhawatirkan tersangka melarikan diri, dikhawatirkan mengulangi perbuatannya dan dikhawatirkan menghilangkan barang bukti.

"Alasan objektifnya karena ancaman hukuman di atas lima tahun penjara, yakni 20 tahun untuk TPPU," katanya.

Doni Salmanan dijerat dengan pasal berlapis yakni terkait Undang-Undang ITE, KUHP dan tindak pidana pencucian ulang. Sebagaimana diatur dalam pasal 45A ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang ITE, atau Pasal 378 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberatasan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Pasal TPPU ancamannya 20 tahun penjara," kata Ramadhan.

Doni Salmanan dilaporkan oleh korban aplikasi trading Qoutex berinisial RA, laporan tercatat dengan nomor polisi LP: B/0059/II/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI tanggal 3 Februari 2022.

Penyidik telah meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke tahap penyidikan pada Jumat (4/3). 

Sampai saat ini sebanyak 12 saksi telah diperiksa, terdiri atas, tujuh saksi korban, tiga ahli dan dua saksi dari perusahaan paymet gateway.

Dalam perkara itu, penyidik menyita sejumlah barang bukti, yakni ponsel iPhone milik Doni Salmanan, akun YouTube dengan nama King Salmanan, dua akun email yang terkoneksi dengan akun YouTube, dan akun Quotex, satu mutasi rekening bank atas nama tersangka dan dua bundel bukti transfer deposit, sebuah diska lepas berisi satu file hasil unduh video YouTube King Salamanan. (Ant.OL-1)

Baca Juga

dok pribadi

Ferdy Sambo Tersangka, GAMKI Puji Langkah Kapolri Bersih-Bersih Polri

👤Henri Siagian 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 19:45 WIB
Menurut Wandik, bukan hal yang mudah bagi institusi Polri untuk menetapkan Irjen Ferdy Sambo menjadi...
Antara

Moeldoko Ingatkan Jangan Ada Gangguan Pemilu 2024

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 19:35 WIB
Tantangan Pemilu 2024, kata Moeldoko, masih menjadi pekerjaan rumah yang harus mendapat perhatian semua...
MI/HO

Korban Pungli Kirim Karangan Bunga Terima Kasih untuk Pengadilan Tipikor Serang

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 19:25 WIB
Ucapan ditunjukan kepada Hakim Pengadilan Tipikor Serang yang telah memberikan hukuman tinggi kepada dua...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya