Jumat 11 Februari 2022, 19:46 WIB

Komnas HAM Bertemu Ganjar soal Wadas, Pendekatan Keamanan Sepakat Diubah

Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum
Komnas HAM Bertemu Ganjar soal Wadas, Pendekatan Keamanan Sepakat Diubah

MI/Haryanto mega
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara (kanan)

 

KOMNAS HAM menggelar pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait insiden di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo. Beberapa komitmen dan rencana penyelesaian disepakati bakal dijalankan pemprov, salah satunya tidak lagi menggunakan pendekatan keamanan di Wadas.

"Komnas HAM memberikan sikap dan posisi kepada Pak Gubernur. Pertama adalah soal evaluasi pendekatan keamanan sehingga tidak ada lagi peristiwa ketiga di Wadas. Karena kemarin kan peristiwa kedua setelah April 2021," kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara seusai bertemu Ganjar di Puri Gedeh, Semarang, Jumat (11/2).

Beka menyampaikan pemprov mesti menyelesaikan permasalahan di Desa Wadas tidak lagi menggunakan cara-cara keamanan namun mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif berbasis kebutuhan warga. Sebab itu, Komnas meminta agar aparat kepolisian ditarik dari Wadas.

Penarikan aparat polisi dinilai penting untuk memulihkan trauma warga, membangun suasana guyub, dan menyiapkan kondisi untuk rencana penyelesaian ke depan.

"Saya mendengar Kapolda sudah memerintahkan untuk menarik pasukannya. Saatnya memulihkan trauma, ini yang paling penting apalagi terhadap anak-anak dan perempuan," imbuh Beka.

Komnas HAM juga meminta Gubernur Ganjar menyiapkan alternatif-alternatif solusi untuk dialog yang nantinya difasilitasi Komnas HAM. Solusi itu baik soal pertambangan, izin, hingga cara sosialisasi ke warga Wadas.

Baca juga: Pemerintah Undang Komnas HAM Selidiki Insiden Wadas

"Ini penting karena warga tentu saja harus diperkuat posisinya tidak menjadi hanya sekadar objek saja tetapi kemudian harus  pada posisi setara dan tanpa tekanan ketika nantinya dialog dengan Pak Gubernur," ujarnya.

Ganjar Pranowo menyebutkan ada tiga evaluasi yang dilakukan pemprov. Pertama, dari sisi teknis evaluasi soal penambangan, isu lingkungan, dan lainnya yang terkait dengan fungsi tugasnya Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Kedua, cara-cara yang nanti ada kekerasan enggak boleh lagi. Polda sudah setuju juga, jadi cara baru," ungkap Ganjar.

Ketiga, pemprov bakal menyiapkan agar kondisi masyarakat di Wadas kembali rukun. Ganjar mengaku khawatir situasi sosial di Wadas lantaran pro dan kontranya sampai-sampai menimbulkan perundungan pada anak-anak.

"Saya dapat informasi menyedihkan, bullying pada anak-anak terjadi lho sekarang yang pro yang kontra. Udah deh jangan," kata Ganjar.

Ganjar menyatakan akan mencoba bertemu dengan warga Wadas agar tercipta suasana kondusif. "Saya ingin segera ketemu dengan masyarakat yang ada di sana. Biar kita bisa asoy lagi lah ketemu dengan mereka," kata dia. (OL-4)

Baca Juga

Biro Pers Setpres

Pengamat: Kunjungan Jokowi ke Rusia dan Ukraina Angkat Indonesia di Mata Dunia

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Senin 27 Juni 2022, 22:53 WIB
Menurutnya, politik bebas aktif menjadi satu alasan kunci Jokowi bisa melakukan kunjungan ke dua...
Dok pribadi

Pengguna Platform LUNA Tuntut Pencairan Rekening

👤Media Indonesia 🕔Senin 27 Juni 2022, 22:35 WIB
SALAH satu pengguna platform LUNA dari PT Indodax Nasional Indonesia, Munawar Chalid, mengungkapkan kisah...
MI/M. Irfan

Penetapan Tersangka Baru Kasus Garuda, Erick : Program Bersih-bersih BUMN

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:48 WIB
"Program bersih-bersih BUMN bukan sekadar ingin menangkap saja, tetapi bagaimana kita memperbaiki sistem agar bisa mencegah korupsi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya