Jumat 04 Februari 2022, 06:19 WIB

Empat Mangkir, Tiga Eks Komisaris Garuda Penuhi Panggilan Kejagung sebagai Saksi

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Empat Mangkir, Tiga Eks Komisaris Garuda Penuhi Panggilan Kejagung sebagai Saksi

Antara/Andika Wahyu
Pesawat Garuda Indonesia.

 

TIGA mantan Komisaris Garuda Indonesia memenuhi panggilan Kejaksaan Agung sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan sewa pesawat. Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) telah memeriksa WAY selaku Komisaris Garuda Tahun 2012 dua Komisaris Garuda Tahun 2013 berinisial BR dan CK.

Inisal WAY merujuk pada nama Wendy Aritonang Yazid. Sedangkan BR dan CK masing-masing inisial untuk Bambang Rumbogo dan Chris Kanter. Menurut Leonard, para saksi diperiksa pada Kamis (3/2) terkait mekanisme pengadaan pesawat udara.

Dari informasi yang diperoleh Media Indonesia, penyidik JAM-Pidsus juga memanggil empat mantan Komisaris Garuda lain yang menjabat pada 2012 dan 2013. Mereka adalah Bambang Susantono, Betti Alisjahbana, Sonata Halim Yusuf, dan Bambang Wahyudi.

Namun, keempatnya mangkir dari panggilan penyidik. Saat dikonfirmasi, Direktur Penyidikan JAM-Pidsus Supardi mengatakan telah mendapat penjelasan ketidakhadiran calon saksi tersebut. Penyidik, lanjutnya, akan memanggil ulang mereka. "Dijadwalkan ulang lah," kata Supardi saat ditemui di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Kamis (3/2) malam.

Seluruh komisaris yang dipanggil penyidik, kata Supardi, menjabat saat Garuda dipimpin oleh Emirsyah Satar. Pemeriksaan mereka dibutuhkan untuk menggali pengadaan pesawat di maskapai pelat merah itu.

Lebih lanjut, Supardi menerangkan, dalam waktu dekat pihaknya akan memeriksa Emirsyah pekan depan. "Tadi saya sudah teken (surat) panggilan," akunya.

Selain itu, nama lain yang akan diperiksa sebagai saksi adalah mantan Komisaris Garuda Peter Frans Gontha. Supardi menyebut, Peter telah dimintai keterangan saat kasus itu masih di tahap penyelidikan. Rencananya, pemeriksaan Peter dilakukan pada pekan depan. "Levelnya (pemeriksaannya) kan beda, makanya perlu untuk memformalkan ke proses penyidikan, itu perlu dipanggil sebagai saksi," jelas Supardi.

"Artinya, keterangan kemarin (saat penyelidikan) diulang di penyidikan atau mungkin ada keterangan tambahan yang diberikan," tandasnya.

Diketahui, Kejagung sedang menyidik dugaan korupsi pengadaan sewa pesawat jenis ATR 72-600 dan Bombardier CRJ1000 di Garuda. Pengadaan tersebut terjadi saat Emirsyah Satar menjabat sebagai Direktur Utama.

Sebelumnya, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin berjanji akan mengembangkan perkara itu ke pengadaan lain seperti pesawat jenis Airbus dan Boeing, serta mesin pesawat Rolls-Royce. (OL-12)

Baca Juga

Biro Pers Setpres

Pengamat: Kunjungan Jokowi ke Rusia dan Ukraina Angkat Indonesia di Mata Dunia

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Senin 27 Juni 2022, 22:53 WIB
Menurutnya, politik bebas aktif menjadi satu alasan kunci Jokowi bisa melakukan kunjungan ke dua...
Dok pribadi

Pengguna Platform LUNA Tuntut Pencairan Rekening

👤Media Indonesia 🕔Senin 27 Juni 2022, 22:35 WIB
SALAH satu pengguna platform LUNA dari PT Indodax Nasional Indonesia, Munawar Chalid, mengungkapkan kisah...
MI/M. Irfan

Penetapan Tersangka Baru Kasus Garuda, Erick : Program Bersih-bersih BUMN

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:48 WIB
"Program bersih-bersih BUMN bukan sekadar ingin menangkap saja, tetapi bagaimana kita memperbaiki sistem agar bisa mencegah korupsi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya