Kamis 27 Januari 2022, 16:10 WIB

Kemenag Libatkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Awasi Lembaga Amil Zakat

Mediaindonesia | Politik dan Hukum
Kemenag Libatkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Awasi Lembaga Amil Zakat

MI/Cri Qanon Ria Dewi
Kotak amal yang sebagain infaqnya digunakan untuk mendanai kegiatan terorisme

 

KEMENTERIAN Agama menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kementerian Sosial untuk memperkuat pengawasan peredaran kotak amal Lembaga Amil Zakat (LAZ), guna mencegah penyelewengan terhadap dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

"Penyaluran zakat harus sesuai dengan UU dan aturan syariah untuk mencegah dana tersebut disalahgunakan membiayai kegiatan terorisme," ujar Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Tarmizi Tohor dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Tarmizi mengatakan langkah sinergi ini dibuat untuk mencegah kasus seperti Lembaga Amil Zakat Abdurrohman Bin Auf (LAZ ABA) kembali terulang. LAZ ABA diketahui menggunakan dana ZIS untuk pendanaan kegiatan melawan hukum.

"Dari hasil penyelidikan dan penyidikan aparat kepolisian, ternyata kotak amal yang dimiliki oleh LAZ ABA ini tersebar di berbagai daerah dengan jumlah sekitar 6.000 buah," kata dia.

Baca juga: Pantang Kendur Lawan Terorisme

Ia menjelaskan LAZ yang akan menempatkan kotak amal di area publik seperti minimarket, restoran, dan pinggir jalan raya, harus mengurus terlebih dahulu mengurus perizinan kepada Kemenag dalam rangka transparansi penyaluran dana umat ke depannya.

"Penyaluran zakat harus sesuai dengan UU dan aturan syariah untuk mencegah dana tersebut disalahgunakan membiayai kegiatan terorisme," kata dia.

Menurut dia, dalam pengurusan perizinan, LAZ harus memenuhi persyaratan sebagai organisasi kemasyarakatan Islam yang mengelola bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan berbadan hukum sesuai Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 pasal 18.

LAZ yang mengajukan izin juga harus bersifat nirlaba, memiliki program pendayagunaan zakat untuk kesejahteraan umat, bersedia diaudit syariat dan keuangannya secara berkala.

"Modal utama untuk mencapai kata profesional adalah LAZ wajib berizin," kata dia.

Sementara itu, Kasubdit Akreditasi dan Audit Syariah Lembaga Zakat Muhibuddin mengatakan pengurusan perizinan bukan suatu intervensi pemerintah terhadap pengelolaan dana sosial umat, melainkan untuk meningkatkan tata kelola dan pertanggungjawaban.

"Agar tidak salah persepsi, yang kami awasi hanya kotak amal dari LAZ atau BAZ yang ada di tempat umum, bukan kotak amal yang ada di rumah ibadah," kata dia.(Ant/OL-4)

Baca Juga

Antara

Tersangka Peristiwa HAM Berat Paniai Segera Diadili di Pengadilan HAM Makassar

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 19 Mei 2022, 23:32 WIB
Sangkaan yang menjerat IS terkait pertanggungjawaban rantai komando atas kejahatan terhadap...
Dok MI

Wamen ATR/BPN Pastikan Lahan IKN Nusantara Tak Tumpang Tindih

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Kamis 19 Mei 2022, 21:30 WIB
"IKN tidak ada tumpang tindih karena sebagian besar itu kan kawasan hutan...
Dok MI

KPK Lantik 43 Pejabat Fungsional Baru

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Kamis 19 Mei 2022, 20:07 WIB
Pelantikan dipimpin Sekretaris Jenderal KPK Cahya H...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya