Rabu 29 Desember 2021, 16:41 WIB

Atasi Overkapasitas Lapas, Menkumham Targetkan Revisi UU Narkotika 2022

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
 Atasi Overkapasitas Lapas, Menkumham Targetkan Revisi UU Narkotika 2022

MI/SUMARYANTO BRONTO
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly

 

MENTERI Hukum dan HAM Yasonna Laoly menargetkan revisi Undang-Undang Narkotika masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) untuk 2022. Revisi itu akan menjadi strategi mengurangi kelebihan beban lembaga pemasyarakatan (lapas) yang didominasi narapidana kasus narkotika terutama pemakai.

"Pemakai yang kita rehab. Dalam revisi Undang-undang Narkotika yang akan datang sudah diparaf, para kementerian/lembaga sudah paraf. Mungkin tahun depan masuk Prolegnas kita akan revisi undang-undang itu," ucap Yasonna di kantor Kemenkumham, Jakarta, Rabu (29/12).

Yasonna mengungkapkan revisi beleid itu akan mengatasi sumber masalah kelebihan beban lapas yang terjadi selama ini. Ia menilai beban lapas saat ini sudah sangat berat. Pembangunan baru lapas diyakini tidak akan mampu menyelesaikannya.

"Kalau kita berkejaran membangun lapas dengan angka kejahatannya kita tidak mampu. Itu menghabiskan uang negara, makannya saja (narapidana) Rp1,9 triliun. Maka hulunya harus kita perbaiki, sumber masalah utama harus kita perbaiki," ucapnya.

Baca juga: Selama 2021, MA Sanksi Berat Tiga Hakim Hukuman Nonpalu 2 Tahun

Selain revisi UU Narkotika, dia juga berharap revisi KUHP dengan menerapkan konsep keadilan restoratif (restorative justice) akan bisa mengurangi pemidanaan kejahatan yang ujungnya menambah beban lapas.

"Mudah-mudahan dengan konsep restorative justice nanti kalau kita berhasil menyelesaikan KUHP. Dengan konsep restorative justice kita bisa melakukan lebih baik lagi," ucapnya.

Yasonna juga meminta jajaran lapas untuk melakukan perbaikan terkait terjadinya sejumlah peristiwa antara lain kebakaran di Lapas Tangerang, kaburnya narapidana, dan tenggelamnya kapal milik kementerian di Nusakambangan. Dia menginstruksikan adanya perbaikan sistem dan pembaharuan prosedur.

"Tujuannya untuk menghindari terjadi hal-hal yang tidak bisa terprediksi. Harus ada contingency plan, saya minta hal-hal ini dilakukan secara cepat dan tepat sehingga peristiwa seperti kebakaran, pelarian, tenggelamnya kapal, tidak terjadi lagi," ujarnya. (A-2)

Baca Juga

.

Golkar Jatim Siap Kerja Sama dengan PAN dan PPP di Pemilu 2024

👤RO/Micom 🕔Senin 16 Mei 2022, 19:47 WIB
Golkar Jatim tetap menyosialisasikan sang ketua umum Airlangga Hartarto sebagai...
Dok MI

Relawan Jokowi Nilai Erick Thohir Paling Pantas Lanjutkan Kepemimpinan Jokowi

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 16 Mei 2022, 19:08 WIB
Erick Thohir dinilai sebagai menteri yang paling diandalkan oleh...
Antara

PAKAR : MIT Masih Aktif Rekurt Orang Untuk Berjuang Bangun Negara Islam

👤M. Taufan SP Bustan 🕔Senin 16 Mei 2022, 18:57 WIB
Terbukti simpatisan tersebut kemudian bersatu hingga berjumlah puluhan orang dan terpantau oleh Densus 88 Antiteror Polri hingga akhirnya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya