Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR membanggakan datang dari anggota DPD sekaligus MPR asal Provinsi Sumatra Selatan, Jialyka Maharani. Pasalnya, bertepatan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-93 tahun, senator berusia 24 tahun tersebut mendapat penghargaan dan penganugerahan sebagai anggota DPD dan MPR termuda sepanjang sejarah oleh Museum Rekor Indonesia (Muri).
Penganugerahan tersebut diserahkan langsung oleh pihak Muri di Kompleks MPR, DPR, dan DPD, Jakarta, yang dihadiri secara langsung oleh Sekjen DPD Rahman Hadi dan Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono pada Kamis (28/10).
"Pada hari ini Muri memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Ibu Jialyka Maharani sebagai anggota DPD dan MPR termuda. Muri pun berpikir rekor ini akan sulit untuk ditumbangkan. Muri sangat mengapresiasi dan berharap dapat menjadi role model dan inspirasi bagi generasi muda lain," ujar Triyono selaku Manajer Muri, dalam keterangan resmi, Kamis (28/10).
Rahman Hadi juga sependapat bahwa rekor Muri ini akan sulit dipecahkan lagi, kecuali jika regulasi diubah karena usia anggota DPD dan MPR Jialyka Maharani berada di batas usia minimal pencalonan sebagaimana ditetapkan oleh Undang-undang. Senator kelahiran 20 September 1997 itu menyampaikan bahwa penganugerahan dan penghargaan tersebut juga merupakan kado untuk seluruh pemuda di Indonesia yang saat ini sedang memperingati Hari Sumpah Pemuda.
"Tepat 93 tahun yang lalu, di hari ini, ada Jong Sumatra, Jong Ambon, Jong Java, dan Jong Celebes berkumpul sebagai pemuda. Mereka meninggalkan ego masing-masing untuk bersatu demi Indonesia," katanya.
Pada kesempatan ini, Jialyka juga mendorong agar generasi muda untuk dapat terjun ke dunia politik dan ikut bergabung dalam pembangunan Indonesia. Menurutnya, usia muda tidak menjadi kendala bagi seseorang untuk terjun ke dunia politik. Jialyka mencontohkan Presiden pertama RI Soekarno terjun ke dunia politik di saat usianya masih belasan tahun.
"Saya harap melalui momen ini akan semakin banyak anak muda di Tanah Air yang tergerak hatinya untuk berkecimpung ke dunia politik serta berkolaborasi bersama untuk mewujudkan Indonesia maju," imbuh Jialyka Maharani.
Terlebih, pada 2030-2040, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Pada masa itu, jumlah penduduk usia produktif akan lebih banyak dari jumlah penduduk usia nonproduktif. Ini berarti jumlah angkatan kerja akan melimpah ruah.
Untuk menghadapinya, diperlukan persiapan yang matang sejak sekarang. "Pada 20 tahun mendatang, Indonesia akan memperoleh bonus demografi. Pada masa tersebut, usia produktif sebesar 80% dan mendominasi. Kalau tidak ada representasi generasi muda tersebut di parlemen, kita akan kehilangan momen itu," kata Jialyka.
Baca juga: Jaksa Agung Kaji Opsi Hukuman Mati bagi Koruptor
Karena itu, ia juga mengajak lembaga DPD maupun MPR dan sejumlah mahasiswa yang hadir agar kita harus berkontribusi memberikan ruang-ruang untuk anak muda agar bisa terjun ke dunia politik. Harapan anggota Komite I DPD itu, anak muda Indonesia bisa menerapkan kolaborasi dalam membangun bangsa. Sekadar informasi, Senator Jialyka Maharani pernah meraih penghargaan dari Moeslim Choice Award dalam kategori democracy award atas prestasinya sebagai anggota DPD dan MPR termuda di Indonesia. (OL-14)
ANGGOTA Komite 1 DPD dari Dapil Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Hidayattollah atau yang akrab disapa Dayat El mengatakan pengelolaan dan pengawasan dana desa harus dikuatkan.
Selain RUU Daerah Kepulauan, dalam Sidang Paripurna menjelang masa reses tersebut, DPD RI juga menyoroti progres RUU Pemerintahan Aceh.
DPD RI juga mendesak percepatan pembahasan RUU Daerah Kepulauan untuk memperkuat karakter Indonesia sebagai negara maritim.
Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya siswa SD di Ngada, NTT.
DEWAN Perwakilan Daerah (DPD RI) menyatakan telah menginventarisasi berbagai persoalan terkait aktivitas perusahaan yang berdampak pada kerusakan lingkungan di sejumlah daerah.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan komitmen semua pihak untuk mewujudkan upaya yang lebih baik dalam pencegahan dan penanganan masalah kesehatan jiwa pada anak dan remaja.
WAKIL Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan pentingnya penguatan peran perempuan dalam ekosistem Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE).
WAKIL Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan sebagai pilar utama pembangunan desa.
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menekankan pentingnya sistem jaminan kesehatan nasional.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai usulan kenaikan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen menjadi 7% terlalu tinggi dan berpotensi memberatkan partai politik.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved