Selasa 21 September 2021, 17:58 WIB

Benny Tjokro Tukar Dana Pengembalian Saham Rp702 Miliar dengan Kavling

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Benny Tjokro Tukar Dana Pengembalian Saham Rp702 Miliar dengan Kavling

Dok.MI
Benny Tjokrosaputro

 

PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) menukar uang dari pembelian saham PT Harvest Time dengan kavling siap bangun (Kasiba) Serpong Kencana senilai Rp702 miliar. Hal itu disampaikan oleh mantan Kepala Divisi Pengembangan Usaha ASABRI Yudha Gelorawan saat dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Untuk Kasiba yang di Serpong Kencana itu ada keterkaitannya mengenai semacam tidak jadi atau pembatalan atau pengembalian uang muka pembelian saham Harvest Time," akunya, Selasa (21/9).

Saat itu, Yudha menyebut saham Harvest Time dimiliki oleh PT Wiracipta Senasatria (WCS). Karena WCS tidak memiliki kemampuan dana, maka saham yang telah dibeli seharga Rp802 miliar itu dikonversi dengan Kasiba. Menurut Yudha, Kasiba tersebut harus dijual oleh PT Blessindo Terang Jaya. Nantinya, hasil penjualan Kasiba akan diserahkan kepada ASABRI.

"Jadi nilai Kasiba itu sesuai dengan nilai saham. Kemudian ada kewajiban dari PT Blessindo untuk menjual kembali. Hasil penjualan daripada Kasiba itu diserahkan ke ASABRI," jelas Yudha.

Baca juga: Sidang Lanjutan Kasus Asabri Ungkap Peran Terdakwa Ilham

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa ada negosiasi harga yang dilakukan antara terdakwa Benny Tjokrosaputro dan direksi ASABRI terkait Kasiba tersebut. Dalam hal ini, direksi ASABRI yang terlibat menurut Yudha adalah mantan Direktur Keuangan dan Investasi, Hari Setianto.

"Itu disampaikan oleh PT Blessindo, yang tanda tangan Benny Tjokro, kemudian dari PT ASABRI ditawar," pungkas Yudho.

Dalam surat dakwaan yang disusun oleh jaksa penuntut umum, dijelaskan bahwa pengembalian uang muka saham PT Harvest Time berawal pada 2016 saat ASABRI dinahkodahi Sonny Widjaja. Saat itu, Sonny meminta Benny mengembalikan uang muka pembelian saham tersebut.

Dari Rp802 miliar, Benny hanya mengembalikan uang tunai sebesar Rp100 miliar. Sedangkan sisanya, Rp702 miliar, ditukar dengan 2.338 unit Kasiba. Pembelian Kasiba tersebut dituangkan dalam perjanjian pengikat jual beli (PPJB).

Namun, enam sertifikat induk Hak Guna Bangunan (HGB) dinilai bermaslah karena digunakan Benny sebagai jaminan atas surat utang jangka menengah (medium term note/MTN) Blessindo yang menjadi underlying reksadana milik ASABRI. (OL-4)

Baca Juga

Pendam Cenderawasih

Kapolri: Waspadai Keamanan Jelang Natal dan Tahun Baru di Papua

👤Ant 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 23:58 WIB
"Mendekati akhir tahun, isu lokal meningkat eskalasinya. Peningkatan ini akan menimbulkan potensi gangguan keamanan,"...
Antara/Rivan Awal Lingga

Moeldoko Dengarkan Mahasiswa, Legislator : Jaga Marwah Demokrasi 

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 23:20 WIB
Menurut dia, penyikapan pemerintah terhadap masyarakat atau mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dengan mengedepankan persuasi perlu...
MI/Susanto

KPK Eksekusi Amril Mukminin ke Rutan Pekanbaru

👤Ant 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 23:09 WIB
Pengadilan Tinggi Pekanbaru mengurangi hukuman Amril dari 6 tahun menjadi 4 tahun penjara ditambah denda Rp300...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya