Minggu 12 September 2021, 15:45 WIB

Populasi Gawai Tinggi Diduga Sebabkan Kebakaran Lapas Tangerang

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Populasi Gawai Tinggi Diduga Sebabkan Kebakaran Lapas Tangerang

ANTARA
Foto suasana Blok C2 pascakebakaran di Lapas Dewasa Klas 1 Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9/2021).

 

KEBAKARAN di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang diduga akibat arus pendek. Akar masalahnya berasal dari tingginya penggunaan gawai oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang berujung rekayasa jaringan listrik tidak sesuai standar.

"Kalau rebutan colokan (charger gawai), diimprovisasi listriknya, memang potensial kebakaran dengan (penyebab) arus pendek," kata Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk Misteri Tragedi Lapas Tangerang, Minggu, (12/9).

Baca juga: 

Menurut dia jaringan listrik di Lapas Klas I Tangerang masih kuno karena berada di atas bangunan. Sementara standar saat ini untuk jaringan kabel di lapas ditanam di bawah bangunan dengan beton.

Ia juga menyoroti dugaan tingginya penggunaan gawai oleh WBP Lapas Klas I Tangerang. Menurut dia kondisi tersebut tidak boleh terjadi atau dibiarkan sesuai peraturan yang berlaku. 

"Tapi ada tempat dan waktu tertentu, apalagi (jumlah penghuni) padat," paparnya. 

Akar masalah lain yang memantik kebakaran ini menelan banyak korban, kata dia, akibat struktur bangunan yang sudah tidak laik. Terlebih Lapas Klas I Tangerang diisi WBP lebih banyak 250% dari kapasitas. 

"Dari segi bangunan tidak laik dan tidak manusiawi. Sehingga sekali ada api ya habis, dan itu terlihat dari sisa-sisa yang ada di sana," ujarnya.

Namun demikian penyebab pasti dari insiden yang menewaskan 44 WBP itu, kata Choirul, hanya dapat disimpulkan oleh pihak yang berwajib. Komnas HAM pun masih menunggu hasil investigasi kepolisian.

"Yang kami harap transparan dan menggunakan criminal scientific investigation," pungkasnya. 

Pada kesempatan sama Komisi III DPR RI selaku mitra kerja Kementerian Hukum dan HAM akan memanggil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Reinhard Silitonga. Keduanya akan diminta menjelaskan secara rinci mengenai seluk-beluk kebakaran di Lapas Klas I Tangerang.

"Kita menunggu pimpinan DPR dan Kemenkumham untuk dijadwalkan kembali kapan rapat dilakukan," ujar Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana. 

Menurut dia insiden yang terjadi di Lapas Klas I Tangerang sangat memilukan. Peristiwa ini tidak bisa hanya dipandang sebagai sebuah kebakaran biasa. "Karena ini jadi persoalan besar," katanya. 

Politikus Partai NasDem ini menegaskan kebakaran yang menggemparkan ini menyimpan banyak akar masalah yang harus segera diurai. Misalnya mengenai kondisi Lapas yang mengalami over capacity.

"Ini tidak hanya diselesaikan dengan sekali langkah karena persoalannya sangat kompleks," ujarnya.

Eva mengaku rapat Komisi III dengan Kementerian Hukum dan HAM sedianya digelar pekan depan. Namun harus diundur karena menunggu penanganan pascakebakaran selesai. 

Diketahui Blok C2 Lapas Klas I Tangerang terbakar sekitar pukul 01.45 WIB pada Rabu, 8 September 2021. Api berhasil dipadamkan pukul 03.30 WIB.

Tercatat 44 orang narapidana yang berada di Blok C2 tewas. Sementara itu, delapan narapidana mengalami luka bakar dan 73 narapidana lainnya luka ringan.

Korban luka bakar dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang. Sedangkan, warga binaan yang luka ringan dirawat di Poliklinik Lapas Klas I Tangerang.

Penyebab kebakaran tengah diselidiki. Dugaan sementara, terdapat tindak pidana atau kelalaian dalam peristiwa tersebut. (OL-6)

Baca Juga

MI/Bary Fathahilah

Soal Azis Syamsuddin, DPR Tunggu Penetapan Resmi KPK

👤Putra Ananda 🕔Jumat 24 September 2021, 14:58 WIB
Setelah ada pernyataan resmi dari KPK, Sufmi menjelaskan DPR akan segera mengambil langkah lanjutan soal status Azis di...
MI/Bary Fathahilah

Kivlan Zen Divonis Empat Bulan Penjara Terkait Kepemilikan Senjata Api Ilegal

👤Rahmatul Fajri 🕔Jumat 24 September 2021, 14:54 WIB
"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa perkara itu dengan pidana penjara selama  4 bulan dan 15 hari," kata Hakim Ketua Agung...
Antara

Azis Syamsuddin Minta KPK Tunda Pemeriksaan

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 24 September 2021, 14:39 WIB
Melalui surat permohonan penundaan yang beredar, Azis meminta lembaga antirasuah itu agar memeriksanya pada Senin (4/10)...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

El Diablo Waspada Sodokan Pecco

Trek lurus sepanjang 1,2 kilometer di Circuit of The Americas, Austin, AS, dapat dimanfaatkan Pecco dengan tunggangan motor Ducati Desmosedici yang kian tangguh di beberapa seri terakhir.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya