Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
VAKSINASI covid-19 di bawah koordinasi pemerintah daerah (Pemda) sudah berjalan tujuh bulan namun capaiannya dinilai lambat akibat sejumlah terkendala. Guna mempercepatnya, DPR menyarankan pemerintah pusat segera mengevaluasinya dan bila perlu vaksinasi dilakukan polri.
"Saran saya sebaiknya tanggung jawab program vaksinasi diberikan kepada Polri saja sebagai pelaksana atau eksekutor, jangan lagi pada pemerintah provinsi," kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang dalam keterangannya, Jumat (6/8).
Ia menyarankan program vaksinasi yang selama ini berlangsung di bawah koordinasi pemda dialihkan kepada kepolisian sebagai pelaksana atau eksekutor. Tujuannya untuk mendorong percepatan vaksinasi yang merata.
Usulan tersebut juga ditenggarai, kata dia sejumlah pemda mengeluhkan berbagai kendala seperti kekhawatiran penggunaan anggaran, ketersediaan stok vaksin dari pemerintah pusat karena sistem data stok vaksin yang tidak valid, masih adanya keengganan warga untuk divaksin, dan kendala nonteknis lainnya.
"Artinya pemerintah pusat harus segera melakukan reevaluasi mulai dari pengadaan, pendistribusian, dan petugas pelaksana vaksin yang bertanggung jawab di lapangan," paparnya.
Baca juga : Vaksinasi di Jakarta Lampaui Target, NasDem Rambah Daerah Lain
Politisi PDIP ini pun meyakini dengan perubahan strategi melalui pengalihan penyelenggaraan vaksinasi kepada Polri dapat mengentaskan seluruh kendala tersebut. Kepolisian juga bisa menggelar vaksinasi dengan jemput bola guna meniadakan kerumuman.
"Tentunya kerumunan dalam rangka vaksin tidak akan terjadi, apabila dilakukan dengan cara jemput bola untuk vaksin hingga ke desa," katanya.
Dia berharap melalui wacana pengalihan tersebut, pemerintah pusat melalui Koordinator PPKM Luhut Binsar Panjaitan dapat segera mengubah strategi dengan menunjuk Polri sebagai eksekutor dan penyelenggara program vaksinasi hingga ke tingkat desa.
Politisi PDI Perjuangan itu menilai pengalihan penyelenggaraan vaksinasi dari pemda kepada Polri tentunya harus dilakukan dengan pengalihan anggaran termasuk "refocusing" yang mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat kepada Polri.
"Ini strategi percepatan vaksinasi yang tertata dan terarah tepat sasaran sehingga pemerintah pusat dalam hal ini Koordinator PPKM, atas izin presiden, membuat nota kesepahaman dengan Kapolri tentang masa waktu target selesainya vaksinasi menyeluruh. Tentunya Polri harus membuat laporan resmi soal pertanggungjawaban hasil kerja khusus ini," pungkasnya. (OL-2)
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Lonjakan volume sampah selama masa libur akhir tahun bukan sekadar fenomena musiman, melainkan menjadi ujian nyata bagi sistem tata kelola sampah di daerah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, mendorong setiap pimpinan perguruan tinggi untuk membantu pemerintah dalam menangani permasalahan di daerah.
Ia juga menjelaskan skor penilaian HAM dibagi dalam empat kategori yakni 41-60 rendah, 61-70 cukup, 71-80 tinggi, dan 81-100 sangat tinggi.
Wali Kota Jambi Maulana menyatakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan koperasi menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci utama keberhasilan pembangunan fisik.
Hal tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah untuk Antisipasi Momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved