Kamis 15 Juli 2021, 23:28 WIB

Buruh Dukung Kolaborasi Positif Bangsa Hadapi Pandemi

Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum
Buruh Dukung Kolaborasi Positif Bangsa Hadapi Pandemi

Dok. Pribadi
Wasekjen DPP KSPSI Pimpinan Yorrys Raweyai, Arnod Sihite

 

ORGANISASI Massa Buruh mendukung penuh gagasan kolaboratif seluruh elemen anak bangsa agar sama-sama bersatu melawan Pandemi Covid 19. 

Dari sisi pekerja buruh sendiri, kolaborasi Positif bukan saja dimulai dari komitmen internal untuk mendukung semua upaya pengatasan Pandemi dan pemulihan ekonomi tetapi juga komitmen untuk bekerja sama dengan semua pihak baik pemerintah, pengusaha, unsur masyarakat, agama maupun juga lembaga-lembaga kesehatan.

"Kita menyadari penuh bahwa situasi kita saat ini sedang krisis kesehatan yang hebat dan mengarah pada kesulitan ekonomi sehingga bukan saatnya lagi saling menuduh atau menyalahkan tetapi menghimpun seluruh energi positif bangsa untuk bersatu dan kompak hadapi situasi ini secara bersama-sama," ungkap Wasekjen DPP KSPSI Pimpinan Yorrys Raweyai, Arnod Sihite kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/7).

Sebelumnya Arnod yang juga Ketua Umum PP FSP PPMI dan Anggota LKS Tripartitnas itu hadir dalam acara Deklarasi Gotong Royong bertajuk 'Menangkan Indonesia Sekarang' yang dihadiri Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, , Menaker Ida Fauziah, Ketua APINDO Haryadi Sukamdani dan Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid dan pimpinan serikat pekerja buruh.

Dijelaskan Arnod solidaritas seluruh elemen anak bangsa sangat penting saat ini sehingga semua pihak harus ikut aktif melakukan langkah-langkah mengendalikan Pandemi. 

Baca juga : Jangan Terjebak Saling Menyalahkan

"Ya kita mulai dari diri kita masing-masing misalnya soal disiplin Prokes, baik di rumah maupun di tempat kerja. Itu dulu sambil sebagai organisasi kita memberi kontribusi nyata membantu kesulitan sesama masyarakat, utamanya juga buruh yang saat ini sangat mengalami dampaknya karena imbas dirumahkan," lanjutnya.

Maka itu kata Ketua Dewan Pimpinan Nasional Masyarakat Pertambangan Indonesia itu, langkah pemerintah di tengah kebijakan PPKM dan percepatan vaksinasi perlu didukung masyarakat. 

"Jangan malah sibuk melakukan provokasi atau sebagian lagi sibuk memanfaatkan situasi untuk kepentingan ekonomi sekelompok orang atau kepentingan politik. Saatnya kita berbuat aksi nyata untuk membantu yang kesulitan, mendorong kesadaran disiplin Prokes dan mempercepat vaksinasi. Itu yang saat ini penting kita lakukan," ujar ketua ketenagakerjaan dan pengembangan sektor informal PPK KOSGORO 1957 ini .

Pihaknya yakin bahwa jika seluruh elemen bangsa bersatu maka situasi sulit saat ini bisa dihadapi dengan baik. 

"Bahkan kami sendiri sebagai buruh siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam rangka suksesnya PPKM dan vaksinasi. Kami akan ambil peran untuk membantu itu. Kami optimis jika kita punya energi positif yang sama lalu kita berkolaborasi maka Optimis kita bisa lewati situasi ini dengan baik," pungkas Arnod. (OL-7)

Baca Juga

MI/Pius Erlangga

KPU : Kultur Demokrasi dalam Pemilu Masih Lemah

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 14:13 WIB
"Kesediaan menerima perbedaan pilihan politik juga masih cukup rendah, lalu maraknya hoaks dan berita bohong ( fake news) sebagai...
Antarta

KPK: Kebetulan Beruntun Kader Golkar yang Langgar Hukum

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 13:36 WIB
KPK menegaskan penindakan yang dilakukan berdasarkan landasan hukum. Tidak ada kaitannya penangkapan yang telah dilakukan dengan...
Antara

Kejagung Segera Tingkatkan Kasus Impor Emas ke Penyidikan

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 13:21 WIB
"Prinsip kita, penyelidikan sudah hampir kelar," kata Supardi di Gedung Bundar, Jakarta, Selasa (19/10)...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya