Kamis 15 Juli 2021, 15:24 WIB

Jangan Terjebak Saling Menyalahkan

Mediaindonesia | Politik dan Hukum
Jangan Terjebak Saling Menyalahkan

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Ilustrasi

 

WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan bahwa penambahan kasus baru covid-19 yang terus meroket hendaknya menjadi peringatan bagi semua pihak untuk semakin meningkatkan koordinasi, kerja sama, dan saling mendukung dalam berbagai langkah dan upaya penanggulangan pandemi covid-19.

"Ini peringatan bagi kita semua agar bekerja lebih keras, saling mendukung, dan tidak terjebak pada polemik saling menyalahkan karena akan melemahkan kita dalam mengahadapi tingkat penularan virus korona yang kian meroket,"  katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (15/7).

Berdasakan data yang dirilis Satgas Covid-19, Rabu (14/7), jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 mencapai 54.517 orang, hasil pemeriksaan 240.724 spesimen. Dengan demikian, total yang terkonfirmasi poistif covid-19 hingga saat ini sebanyak 2.670.046. Adapun, penambahan tertinggi berasal dari DKI Jakarta 12.667, Jawa Barat 10.444, Jawa Timur 7.088, Jawa Tengah 5.110, dan Banten 3.889.

Sementara itu, pasien meninggal juga bertambah mencapai 991 orang sehingga total menjadi 69.210. Penambahan tertinggi berasal dari Jawa Tengah 237 orang, Jawa Timur 234 , Jawa Barat 142, dan DKI Jakarta 65 orang. Jumlah pasien sembuh pun bertambah 17.762 orang sehingga total menjadi 2.157.363. Jawa Barat menyumbang pasien sembuh tertinggi sebanyak 4.119, DKI Jakarta 3.066, Jawa Tengah 2.375, Jawa Timur 1.837, dan Yogyakarta 1.044 orang.

Baca juga: Luhut Imbau Jangan Ada Politisasi Pandemi

Menurut politikus Partai NasDem yang akrab disapa Rerie, penambahan kasus baru dalam jumlah signifikan di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Jawa-Bali, merupakan masukan bagi pemerintah, Satgas Covid-19, dan aparat keamanan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan PPKM darurat.

"PPKM darurat bertujuan untuk menekan laju penularan covid-19 di Tanah Air. Tapi bila tingkat penularannya malah meningkat tajam, tentu perlu dievalusi secara cermat dan menyeluruh agar penerapan PPKM darurat ke depan lebih efektif," ujar Rerie.

Sebelum memutuskan perpanjangan PPKM darurat, imbuh anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, sebaiknya pihak-pihak terkait terlebih dahulu mengevaluasi dan menganalisis dengan didukung data-data yang akurat, mengapa penularan virus korona justru meningkat pada saat penerapan PPKM darurat.

"Sejauh ini, klaster keluarga menjadi 'penyumbang' terbesar peningkatan kasus positif covid-19 di Indonesia. Harus dicari tahu mengapa hal itu terjadi dan bagaimana upaya pencegahannya," tutur anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem itu.

Lebih lanjut, Rerie mengatakan efektivitas penerapan PPKM darurat sangat ditentukan oleh tingkat kesadaran mayarakat dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) dan mematuhi setiap pembatasan dan larangan aktivitas yang ditetapkan oleh pemerintah. "Tanpa ada kesadaran masyarakat, kebijakan pembatasan apa pun yang diterapkan tidak akan mampu menangkal laju penularan virus korona, baik varian lama maupun varian baru," tegas Rerie. (OL-4)

Baca Juga

MI/Pius Erlangga

KPU : Kultur Demokrasi dalam Pemilu Masih Lemah

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 14:13 WIB
"Kesediaan menerima perbedaan pilihan politik juga masih cukup rendah, lalu maraknya hoaks dan berita bohong ( fake news) sebagai...
Antarta

KPK: Kebetulan Beruntun Kader Golkar yang Langgar Hukum

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 13:36 WIB
KPK menegaskan penindakan yang dilakukan berdasarkan landasan hukum. Tidak ada kaitannya penangkapan yang telah dilakukan dengan...
Antara

Kejagung Segera Tingkatkan Kasus Impor Emas ke Penyidikan

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 13:21 WIB
"Prinsip kita, penyelidikan sudah hampir kelar," kata Supardi di Gedung Bundar, Jakarta, Selasa (19/10)...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya