Selasa 08 Juni 2021, 14:28 WIB

Usut Kasus Pajak, KPK Periksa Pegawai Bank Panin

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Usut Kasus Pajak, KPK Periksa Pegawai Bank Panin

MI/Susanto
Angin Prayitno Aji, mantan Ditjen Pajak Kemenkeu, yang terjerat kasus suap pajak.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sejumlah saksi dalam penyidikan kasus suap pajak di Ditjen Pajak Kementerian Keuangan. Adapun sejumlah saksi yang dipanggil merupakan pegawai PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin).

"Tim penyidik KPK mengagendakan pemanggilan saksi untuk tersangka APA (Angin Prayitno)," jelas Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Selasa (8/6).

Sejumlah saksi yang dipanggil dari Bank Panin, yakni Kepala Bagian Financial Accounting Hadi Darna, tiga staf bagian pajak bernama Hendi, Tikoriaman dan Edryoko Dwi Hardono, berikut Kepala Biro Administrasi Keuangan Marlina Gunawan.

Baca juga: KPK Tetapkan Angin Prayitno Tersangka Kasus Suap Pajak

Dalam kasus tersebut, KPK mengumumkan enam tersangka. Rinciannya, eks Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Angin Prayitno Aji dan Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani.

Kemudian, ada kuasa wajib pajak Veronika Lindawati, serta tiga konsultan pajak Ryan Ahmad Ronas, Aulia Imran Maghribi dan Agus Susetyo, yang ditetapkan tersangka.

Baca juga: Kemenkeu Jamin Data Pemeriksaan Pajak 2016-2017 Aman

Dalam kasus suap pemeriksaan perpajakan 2016 dan 2017, Angin Prayitno diduga menerima suap Rp50 miliar lebih dari tiga perusahaan, yakni PT Jhonlin Baratama, Bank Panin dan PT Gunung Madu Plantations.

Angin diduga menerima uang atas rekayasa pemeriksaan pajak tiga perusahaan. Rinciannya, Rp15 miliar diterima kurun waktu Januari-Februari 2018. Uang itu diserahkan oleh Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi selaku perwakilan PT Gunung Madu Plantations.

Lalu, penerimaan Sin$500 ribu pada pertengahan 2018, yang diserahkan Veronika selaku perwakilan Bank Panin. Penyerahan itu baru sebagian dari total komitmen Rp25 miliar. Pada periode Juli-September 2019, uang sebesar Sin$3 juta diserahkan Agus Susetyo sebagai perwakilan PT Jhonlin Baratama.(OL-11)

 

Baca Juga

dok.ant

Ray Rangkuti Prediksi PPP Terpecah Akibat Permasalahan Ketumnya

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 17:10 WIB
PENGAMAT Politik Ray Rangkuti menyebut Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan kehilangan banyak suara akibat permasalahan ketua...
ANTARA FOTO/Galih P

Tanpa Perlu Ubah UUD 1945, MPR akan Segera Terapkan PPHN

👤Putra Ananda 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 17:10 WIB
"Badan Pengkajian MPR merekomendasikan, untuk menghadirkan Pokok-Pokok Haluan Negara tanpa melalui perubahan Undang-Undang Dasar...
Dok MI

KPU Nyatakan Berkas Dokumen 16 Parpol tidak Lengkap

👤Yakub Pryatama W 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 17:06 WIB
“Baru jam 13.20 WIB, kami menyelesaikan pemeriksaan berkas terhadap dokumen manual yang dibawa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya