Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Intelejen Negara (BIN) menyebutkan gangguan keamanan yang terjadi di Papua memiliki tujuan khusus. Di antaranya, menutupi penyelewengan dana otonomi khusus (otsus).
"Sebagai salah satu strategi untuk menutupi tindak penyalahgunaan dan penyelewengan dana otsus selama ini," kata Wakil Kepala BIN Letjen (Purn) Teddy Lhaksmana Widya Kusuma dalam rapat kerja (raker) bersama Panitia Khusus (Pansus) Revisi UU Otsus Papua, Kamis (27/5).
Dia menyampaikan implementasi otsus Papua selama 20 tahun tak berdampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat Papua. Hal itu terlihat dari indeks pembangunan manusia (IPM) masyarakat Bumi Cendrawasih.
Baca juga: KPK Tahan Eks Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya
"IPM terendah di Indonesia yaitu antara 60,84 sampai dengan 64,70," ungkap dia.
Dia menyebutkan jumlah kelompok front bersenjata yang tersebar di delapan kabupaten. Yakni, Intan Jaya, Lanny Jaya, Mimika, Nduga, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, dan Pegunungan Bintang.
"Saat ini yang aktif di Kabupaten Puncak dan Kabupaten Intan Jaya adalah Kelompok Goliath Tabuni, Kelompok Lekagak Telenggen, Militer Murib. Sedangkan di Kabupaten Nduga adalah Kelompok Egianus Kogoya," sebut dia.
Baca juga: Pemerintah Tegas Menyebut Dana Otsus Papua Tak Tepat Sasaran
Selain itu, Teddy menyampaikan total kejadian gangguan keamanan yang terjadi mencapai 60 kali. Gangguan tersebut terdiri dari 13 insiden penembakan, 34 kali kontak tembak, dan 13 kali insiden gangguan keamanan lainnya.
Sedangkan jumlah aparat keamanan yang gugur sebanyak delapan personel. Sedangkan luka sebanyak 14 personel. Sedangkan warga sipil yang meninggal sebanyak lima orang. Sedangkan warga yang mengalami luka sebanyak sembilan orang.
"Sedangkan kelompok separatis 22 tewas, 1 luka," ujar dia. (OL-2)
Menurut Yusril, ketiadaan payung hukum yang komprehensif membuat negara belum optimal dalam merespons ancaman disinformasi secara sistemik.
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan penerapan pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pelaksanaan pilkada dapat menghemat anggaran secara signifikan.
Wali Kota Crans-Montana meminta maaf setelah terungkap Bar Le Constellation, lokasi kebakaran maut yang menewaskan 40 orang, tidak diaudit sejak 2019.
Apakah perjalanan Grab bisa direkam suaranya? Pertanyaan ini kerap muncul terkait keamanan, dokumentasi pribadi, hingga bukti jika terjadi hal tidak diinginka
Survei Gallup memang menjadi bukti bahwa Indonesia kompetitif dan aman bagi Warga Negara Asing (WNA), namun aspek perlindungan internal tetap harus dibenahi.
Penyesuaian yang dilakukan Washington dinilai sejalan dengan pandangan Rusia.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
PRESIDEN Prabowo Subianto menjanjikan besaran dana otonomi khusus atau dana otsus Papua untuk 2026 sama dengan tahun ini
Dana Otsus memiliki karakteristik yang berbeda dari alokasi anggaran reguler kementerian atau lembaga. Menurutnya, dana ini tidak bisa diperlakukan semata sebagai urusan teknis fiskal.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI, Yan Mandenas mengatakan aspirasi soal pendidikan gratis menjadi masukan bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap alokasi dana Otsus.
Kepada masyarakat Aceh, Anies Baswedan menyatakan ingin mengelola dana otonomi khusus (otsus) per pos sesuai kebutuhan pembangunan.
Pemerintah Pusat didorong untuk segera melakukan intervensi dan segera memeriksa para pejabat terkait yang mengurus pembiayaan beasiswa mahasiswa Papua di luar negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved