Minggu 09 Mei 2021, 00:06 WIB

Polemik Tes ASN KPK, Pakar: Harus Ikuti Sistim Hukum Nasional

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Polemik Tes ASN KPK, Pakar: Harus Ikuti Sistim Hukum Nasional

MI/M Irfan
Pakar Hukum Pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Muzakir (memegang mik).

 

PAKAR Hukum Pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Muzakir  menyebut bahwa perekrutan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengikuti sistim hukum nasional.

Diketahui, Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan, pihaknya tidak pernah memecat pegawai yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

"Saya tidak habis mengerti kenapa tidak dipecat, berarti mereka tetap menjadi outsourching dari ini," ungkap Muzakir, Sabtu (8/5).

"Ini jadi pertanyaan,  ini tes penyidik apa tes ASN? kalau tes penyidik kompetesinya terletak pada kepolisan terutama dari Kemenkumham bukan KPK," tambahnya.

Menurut Muzakir, sertifikasi penyidik berstatus ASN itu hanya keluar melalui Kumham. KPK, lanjut Muzakir, tidak punya kompeten untuk menentukan tes penyidik. "KPK ikutilah sistim hukum nasional," tegasnya.

Sebelumnya, KPK telah menerima hasil tes wawasan kebangsaan tersebut dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) bertempat di Gedung Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Selasa (27/4).

Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, dikabarkan bakal dipecat dari lembaga tersebut.

Pasalnya, penyidik yang menjadi korban teror penyiraman air keras oleh oknum polisi itu mengakui, sudah mendengar kabar tersebut.

Novel mengatakan, terdapat kabar bahwa dirinya dan puluhan pegawai KPK bakal dipecat dengan alasan tidak lolos tes wawasan kebangsaan.

Tes wawasan kebangsaan itu merupakan bagian dari proses alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara atau PNS. (OL-13)

Baca Juga: Pakar Digital Forensik: Virtual Polisi Bukan Alat Represi

Baca Juga

dok TNI AL

Bocah Terapung di Laut Diberi Tabungan dan Sepeda

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 21 Juni 2021, 20:31 WIB
TNI Angkatan Laut memberikan apresiasi kepada Ridho Ilhami, bocah yang mampu bertahan selama kurang lebih 3 jam di tengah laut ketika jatuh...
DOK MI

Legislator PDIP Disebut Atur Bansos

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 21 Juni 2021, 19:45 WIB
Untuk memuluskan permintaan proyek bansos oleh rekannya, anggota DPR RI Fraksi PDIP Ihsan Yunus pun sempat menemui Juliari Peter...
ANTARA

Kejaksaan Layak Ajukan Kasasi Pinangki

👤Putra Ananda 🕔Senin 21 Juni 2021, 19:20 WIB
Ringannya hukuman Jaksa Pinangki disebut sama saja mencoreng citra kejaksaan sebagai aparat penegak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jangan Gagap Lindungi Nasabah di Era Digital

ERA pandemi covid-19 berdampak pada berpindahnya aktivitas masyarakat di area digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya