Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Giri Suprapdiono mengaku kaget tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK). Ia pun mempertanyakan standar penilaian dan mutu dari pertanyaan yang menjadi dasar pengangkatan menjadi ASN tersebut.
"Saya berkeyakinan data yang menyebar di media itu sama 75 pegawai tidak memenuhi syarat. Formasi 75 itu berasal dari pejabat setingkat eselon ada delapan, hampir semua kepala satuan tugas (Kasatgas) penyidikan dan penyelidikan, pengurus inti dari wadah pegawai," ungkapnya pada diskusi bertajuk Dramaturgi KPK, Sabtu (8/5).
Pada kesempatan itu hadir pula pakar hukum Universitas Al-Azhar Indonesia Suparji Achmad, eks Juru Bicara KPK Johan Budi, Koordinator ICW Adnan Topan Husodo, pimpinan KPK periode 2011-2015 Abraham Samad, dan dosen Pascasarjana UPH Emrus Sihombing.
Giri menjelaskan Kasatgas yang tidak lolos TWK hampir semua sedang menangani dan tengah mengungkap kasus korupsi besar. Salah duanya Novel Baswedan memimpin penanganan kasus ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Andi Nainggolan menangani kasus bantuan sosial di Kementerian Sosial.
Ia juga mengaku heran karena pada Desember 2020 mendapatkan penghargaan Makarti Bhakti Nigari Award 2020 dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai peserta diklat terbaik yang dilakukan bersama seluruh direktur kementerian/lembaga. "Namun Maret saya dites TWK tidak lulus PNS. Ini kan kontradiksi yang luar biasa. Sebenarnya apa yang di balik dari tes ini?" kata Giri.
Lebih lanjut, Giri mengaku sudah pernah mengikuti tes radikalisme yang dibuat TNI Angkatan Darat (AD) saat mengikuti proses calon pimpinan KPK sebanyak dua kali. "Saya lolos sampai 19 besar dan 40 besar dan di tahap awal ada tes radikalisme dan saya lolos dan itu dibikin oleh Angkatan Darat," terangnya.
Ia pun meminta pihak yang berwenang untuk menjelaskan standar penilaian dan manfaat dari TWK dalam alih status ke ASN itu. Tujuannya supaya semua pihak tidak merasa dirugikan atau lainnya. (OL-14)
KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus ini, yaitu Bupati Pati Sudewo (SDW), Kades Karangrowo Abdul Suyono (YON), Kades Arumanis Sumarjion (JION), dan Kades Sukorukun Karjan (JAN).
Kasus ini bermula ketika KPK melakukan OTT ketiga di tahun 2026 di Kabupaten Pati pada 19 Januari lalu yang menangkap Sudewo.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang untuk memeriksa Ahmad Husein, salah satu tokoh pengunjuk rasa di Kabupaten Pati.
KPK mengungkapkan alasan pemeriksaan Sudewo dilakukan di Kudus, Jawa Tengah, bukan di Pati. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan aspek keamanan.
KPK menyatakan masih mendalami kemungkinan adanya praktik jual beli jabatan yang diduga melibatkan Sudewo, tidak hanya terbatas pada pengisian jabatan perangkat desa.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp550 juta dalam penanganan perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi yang melibatkan Maidi.
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengevaluasi bahkan, jika diperlukan, mencabut bantuan sosial (bansos) bagi keluarga yang anggotanya terlibat dalam aksi tawuran.
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta mengusulkan evaluasi hingga pencabutan bansos bagi keluarga pelaku tawuran sebagai langkah tegas menekan aksi kekerasan di Jakarta.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk proaktif mengecek status kepesertaan melalui kanal resmi guna menghindari informasi palsu.
Gaji guru PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tercatat hanya Rp300 ribu per bulan, menjadikannya salah satu isu yang paling disorot publik.
Transaksi judi online bagi 12.402 KPM bansos dengan kondisi tersebut sangat memprihatinkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved