Sabtu 08 Mei 2021, 15:29 WIB

Johan Budi: Stigma Taliban Disematkan untuk Kelompok Lurus di KPK

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Johan Budi: Stigma Taliban Disematkan untuk Kelompok Lurus di KPK

MI/Susanto
Anggota Komisi II Johan Budi yang juga mantan juru bicara KPK.

 

Eks Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi angkat bicara mengenai isu Taliban. Menurut dia, Taliban dahulu mencitrakan pegawai yang berintegritas dan tidak mampu disuap.

"Dulu itu definisi Taliban itu buka radikal tapi benar-benar lurus tidak bisa disuap," katanya pada diskusi bertajuk Dramaturgi KPK, Sabtu (8/5/2021).

Baca juga: Diduga Langgar Etik, Tim Penyidik Jiwasraya Dilaporkan ke JAM-Was

Pada kesempatan itu hadir pula Pakar Hukum Univ Al-Azhar Indonesia Suparji Achmad, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Giri Suprapdiono, Koordinator ICW Adnan Topan Husodo, Pimpinan KPK Periode 2011-2015 Abraham Samad dan Dosen Pasca Sarjana UPH Emrus Sihombing.

Ia mengatakan integritas pegawai KPK merupakan ruh dari pemberantasan korupsi. Dengan begitu seleksi pegawai KPK sangat ketat, di antaranya berisi tes integritas.

Akibatnya, kata dia, pegawai KPK sangat teruji dari godaan saat mengungkap perkara rasuah. Saking menjaga integritas, budaya membawa makanan dan minuman sendiri pun terbentuk.

"Saking lurusnya, tidak mampu digoda dan disuap, lahir budaya bawa minum sendiri. Itu saking lurusnya sehingga kerap disebut Taliban," pungkasnya. (Cah/A-3)

Baca Juga

Dok.MI

Beleid Tentang Putusan DKPP yang Final dan Mengikat Digugat

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 23 Juni 2021, 13:28 WIB
Para pemohon juga meminta Mahkamah Konstitusi untuk memberikan tafsir atas frasa “putusan” DKPP dinyatakan konstitusional...
MI/Humas Polres Malang

Polisi Diminta Tegas Tindak Truk ODOL

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Rabu 23 Juni 2021, 12:59 WIB
Djoko menyebut truk ODOL kerap menjadi biang kecelakaan di sejumlah jalan layang. Salah satunya jalan layang Kretek, Jawa...
dok.mi

Pakar Sebut Soal TWK KPK Cukup ke BKN Jangan Melebar

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 23 Juni 2021, 12:55 WIB
PAKAR intelijen dan keamanan negara, Stanislaus Riyanta menila langkah Komnas HAM yang memanggil BIN terkait polemik TWK KPK salah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya