Kamis 29 April 2021, 16:12 WIB

Kejagung Masih Dalami Kerugian Negara di Kasus Asabri

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Kejagung Masih Dalami Kerugian Negara di Kasus Asabri

Antara
Ilustrasi peserta mudik yang diberangkatkan dengan bus dari kantor pusat Asabri, Jakarta.

 

PENYIDIK Kejaksaan Agung masih terus memanggil beberapa orang untuk dimintai keterangan dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Pada Kamis (29/4) ini, penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) memanggil Direktur PT Millenium Capital Management berinisial FD. Pemanggilan FD terkait perhitungan kerugian Asabri.

"Terkait penghitungan kerugian keuangan negara yang sedang dilaksanakan oleh tim auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI," jelas Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer dalam keterangan resmi, Kamis (29/4).

Baca juga: Kejagung Sita Enam Bidang Tanah Benny Tjokro di Batam

Selain FD, penyidik juga memeriksa empat orang lainnya sebagai saksi. Rinciannya, AT selaku Dirut PT Mandiri Mega Jaya, RH selaku Head Securities Services PT Bank Maybank Indonesia, JCT selaku Direktur Utama PT Bravo Target Selaras dan AI selaku Kepala Bank Commonwealth cabang Kelapa Gading.

Keempat tersangka diperiksa terkait dengan aset milik tersangka Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro. "Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang dia dengar sendiri dan dia alami sendiri. Untuk menemukan fakta hukum pidana korupsi di Asabri," jelas Leonard.

Baca juga: Tersangka Kasus Asabri Diduga Cuci Uang Korupsi ke Bitcoin

Kejagung telah menersangkakan sembilan orang dalam perkara tersebut. Selain Benny, tersangka lainnya adalah Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, dan Direktur Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.

Dari internal ASABRI, penyidik menjerat dua mantan Direktur Utama, yaitu Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri dan Letjen (Purn) Sonny Widjaya sebagai tersangka. Sisanya, mantan Direktur Keuangan ASABRI Bachtiar Effendi, mantan Direktur ASABRI Hari Setiono dan mantan Kepala Divisi Investasi ASABRI Ilham W Siregar.

Sebelumnya, Kejagung mengumumkan kerugian keuangan negara akibat kasus Asabri mencapai Rp23,73 triliun. Namun, penyidik kembali mengajak BPK untuk menghitung ulang kerugian tersebut.(OL-11)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Jadwal Pertandingan Indonesia di Olimpiade, Hari Ini

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 06:30 WIB
Cabang olahraga atletik Olimpiade Tokyo 2020 berlanjut ke hari kedua, Sabtu, dengan Lalu Muhammad Zohri akan mewakili Indonesia di nomor...
MI/RAMDANI

Wamendes Dilaporkan Partai Demokrat ke Polisi

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 06:15 WIB
Pengurus DPD Partai Demokrat Jabar sebagai pelapor juga menyertakan hasil cetak tangkapan layar unggahan di media sosial Facebook sebagai...
MI/Susanto

PMII Apresiasi Kejagung Atas Penetapan 10 Manajer Investasi Sebagai Tersangka Skandal Asabri

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 04:35 WIB
PB PMII mendesak Kejagung agar benar-benar membongkar skandal Asabri, termasuk dalang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencari Abdi Negara di Tengah Pandemi

Jumlah pelamar di bawah perkiraan 5 juta orang dan menurun ketimbang perekrutan sebelumnya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya