Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan komitmen Presiden Joko Widodo dalam upaya pemberantasan korupsi. Moeldoko menyebut sistem pencegahan korupsi yang dibangun pemerintah semakin baik.
Apabila masih ada yang berani korupsi, lanjut Moeldoko, penegak hukum pasti tak akan pandang bulu dalam menindak.
"Sistem pencegahan korupsi sudah semakin kuat dari hulu ke hilir. Jadi bagi siapa pun yang masih nekat korupsi, pasti akan disikat tanpa pandang bulu," pungkas Moeldoko dalam peluncuran aksi Stranas PK 2021-2022, Selasa (13/4).
Moeldoko mengingatkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia pada 2020 yang turun tiga poin menjadi 37, dari sebelumnya 40 pada 2019. Dari catatan IPK, Moeldoko menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk menutup celah korupsi secara sistemik.
Baca juga: KPK Beri Kode Buka Kasus BLBI, Ini Syaratnya
"Harus diakui kita masih menghadapi masalah dalam mengubah persepsi publik terhadap korupsi di pemerintahan. Karena masih terjadinya bribes and kickback. Pungutan liar dalam perizinan dan layanan publik. Serta, belum baiknya integritas oknum aparat penegak hukum," imbuh Moeldoko.
Pemerintah bersama KPK dikatakannya terus memperkuat sistem pencegahan korupsi dari hulu ke hilir. Sepanjang 2020, pemerintah mencatat kemajuan pada aksi Stranas PK terutama pada sektor perizinan dan tata niaga, yang semakin cepat menghemat waktu 5-14 hari. Sebab, adanya penghapusan Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU) dan izin gangguan, serta diterapkannya Online Single Submission (OSS).
"Bansos pun seharusnya makin tepat sasaran karena padan Data DTKS dan NIK sudah mencapai 88%. Ini sangat penting khususnya di masa penanganan pandemi covid-19,” tuturnya.
Baca juga: Banyak Calon dari Dinasti Politik Gagal dalam Pilkada 2020
Pada sektor keuangan negara, Moeldoko memaparkan tata kelola pengadaan barang jasa pemerintah sudah semakin transparan dan akuntabel. Itu dengan diterapkannya e-katalog lokal di enam provinsi (NTB, Jabar, DKI, Riau, Gorontalo, Aceh), berikut e-katalog sektoral di 4 kementerian (Kementerian PU-Pera, Kementan, Kemendikbud, dan Kemenhub).
Sementara itu, pada sektor penegakan hukum dan reformasi birokrasi, pengawasan sistem merit untuk mencegah jual beli jabatan, penguatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk pengawasan internal, serta percepatan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) akan dilanjutkan.
Adapun aksi Stranas PK 2021-2022 meliputi percepatan perizinan dan tata kelola ekspor impor, efektivitas dan efisiensi pengadaan barang jasa, pemanfaatan nomor induk kependudukan (NIK) untuk ketepatan subsidi, penguatan SPBE termasuk sinkronisasi perencanaan penganggaran. Ada juga penguatan pengendalian internal pemerintah dan penguatan integritas aparat penegak hukum.(OL-11)
Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen. Pengamat menilai keberanian pemberantasan korupsi diapresiasi.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily membuka P3N Angkatan ke-27 dengan harapan melahirkan pemimpin nasional berintegritas dan berwawasan kebangsaan.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Prabowo juga melantik Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
Moeldoko menuturkan bahwa film Dilanjutkan Salah, Disudahi Perih juga menunjukkan pentingnya keberanian dalam memilih.
Harapan sekaligus pernyataan ini mempertegas pandangan bahwa film Indonesia tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana hiburan semata. Namun, bisa lebih dari itu.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengatakan bahwa penyalahgunaan kekusaan merupakan dosa besar. Itu disampaikan menyinggung oknum penguasa.
Kantor Staf Presiden melalui Indonesia Future Network mengumpulkan 20 tokoh muda energi dan iklim dari berbagai latar belakang untuk membahas krisis energi dan iklim.
Tidak ada cara-cara instan dalam membina atlet. Karena itu, harus ada keberlanjutan pembinaan yang menyeluruh dan usaha-usaha yang gigih dari seluruh pihak.
KEPALA Staf Kepresidenan, Moeldoko menggelar rapat koordinasi bersama Tim Ekonomi Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved