Senin 12 April 2021, 15:41 WIB

DPR RI Pertanyakan Alasan KPK Terbitkan SP3 Kasus BLBI

Putra Ananda | Politik dan Hukum
DPR RI Pertanyakan Alasan KPK Terbitkan SP3 Kasus BLBI

MI/Rommy Pujianto
Anggota Komisi III DPR Hinca Panjaitan.

 

KOMISI III DPR RI mempertanyakan alasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dalam kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).

Setelah reses, DPR Komisi III akan memanggil KPK hingga Dewan Pengawas (Dewas) untuk dimintai keterangannya terkait SP3 BLBI tersebut.

"Keterangan dari KPK akan sangat dibutuhkan untuk meredakan asumsi liar dari publik," ujar anggota Komisi III DPR Hinca Panjaitan saat dihubungi di Jakarta, Senin (12/4).

Menurut Hinca, penerbitan SP3 oleh KPK telah memuculkan argumentasi dan opini publik. Untuk itu penting bagi KPK untuk memberikan keterangan resminya kepada Komisi III DPR.

Komisi III DPR juga berencana menegaskan fungsi Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dijadikan dasar bagi KPK menerbtikat SP3.

"UU Nomor 19 Tahun 2019 bukan dipakai sebagai alat pemuas suatu kelompok tapi pemuas keadilan bagi keseluruhan masyarakat dan bangsa ini," ucap Hinca.

Seperti yag sudah diketahui, KPK menghentikan pengusutan dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI yang menjerat pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim, demi kepastian hukum.

Penghentian kasus ini diklaim sudah sesuai dengan Pasal 40 Undang-Undang KPK. Lembaga Antikorupsi tidak bisa menggantung nasib Sjamsul dan Itjih tanpa kepastian.

Namun, penghentian kasus tersebut dikritik Indonesia Corruption Watch (ICW). KPK dinilai terburu-buru menghentikan kasus itu tanpa memeriksa Sjamsul dan Itjih.

"Semestinya KPK terlebih dahulu mendapatkan keterangan dari Sjamsul atau pun Itjih untuk kemudian melihat kemungkinan meneruskan penanganan perkara ini,' ujar peneliti ICW Kurnia Ramadhana. (Uta/OL-09)

Baca Juga

Dok. Medcom

Ormas Mesti Mengikuti Ketentuan Hukum

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 29 November 2021, 11:25 WIB
Konstitusi mengatur kebebasan berserikat dan berkumpul, namun hal tersebut dijalankan dengan mengedepankan ketertiban umum berdasarkan...
Antara

Gerindra Terbuka Bekerja sama dengan PDIP Pada Pilpres 2024

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Senin 29 November 2021, 11:10 WIB
Gerindra tertarik koalisi dengan PDI Perjuangan guna mewujudkan cita-cita menjadikan Prabowo Subianto sebagai presiden pada Pilpres...
MI/Widjajadi

Viral Video Doktrin Ormas PP untuk Membunuh, Ini Kata Polisi

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 29 November 2021, 10:50 WIB
KABID Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menyebutkan video doktrin anggota ormas Pemuda Pancasila (PP) untuk membunuh yang viral...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya