Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Virtual Police Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dinilai bisa melawan penyebaran radikalisme di media sosial (medsos). Tim tersebut berperan mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak informasi yang salah.
"Polri ingin mengingatkan masyarakat agar tidak jadi korban dan tidak menjadi pelaku kejahatan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono dalam keterangan tertulis, Senin (5/4).
Rusdi menyebut pengguna internet di Indonesia mencapai 202 juta orang. Angka itu setara dengan 73,3% dari total populasi.
Baca juga: Ada Tiga Kelompok Ganggu Kamtibmas di Intan Jaya
Tingginya angka pengguna internet, kata Rusdi, harus dibarengi dengan kemampuan memilah informasi. Tanpa itu, masyarakat bakal terjebak dengan informasi yang diterima.
Meski begitu, Rusdi mengaku terdapat tantangan bagi kinerja Tim Virtual Police. Pasalnya, keberadaan tim tersebut tengah diperdebatkan masyarakat karena dianggap terlalu mengurusi hal privat.
"Itu tantangan ketika polisi ingin mengedukasi, ada pihak yang berusaha menghalangi aktivitas tersebut," papar jenderal bintang satu itu.
Sebelumnya, pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan aksi terorisme bukan sekadar manifes atau bentuk nyata kekerasan secara langsung. Perang melawan terorisme secara laten atau tidak nampak juga terjadi di media sosial.
"Sekarang medan perang pemberantasan hal-hal laten terkait terorisme itu di jagat maya," kata Reza dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk "Awas! Sesat Milenial Radikal di Jagat Virtual," Minggu (4/4).
Reza menyebut pemberantasan terorisme tidak bisa terus-menerus dilakukan bila aksi kadung terjadi. Justru, upaya pencegahan harus dimasifkan sebelum aksi terorisme terjadi.
"Yang laten pun harus dibumihanguskan," tegas dia. (OL-1)
Berbeda dengan WhatsApp dan Instagram, TikTok resmi menolak fitur enkripsi end-to-end (E2EE) dengan alasan keamanan anak di bawah umur dan akses penegak hukum.
Data Digital 2025 Global Overview Report mencatat bahwa masyarakat Indonesia usia 16 tahun ke atas menghabiskan rata-rata 7 jam 22 menit per hari di internet.
Fenomena oversharing, kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan di media sosial, menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pengguna.
Saat seseorang berada dalam puncak emosi, baik itu rasa senang yang meluap, kesedihan mendalam, hingga kemarahan yang memuncak, mereka cenderung menjadi lebih impulsif.
Stres menjadi WNI adalah fenomena yang dapat dialami oleh seseorang karena berbagai faktor, tidak semua orang juga mengalaminya.
Tanpa kematangan psikologis yang cukup, anak-anak berisiko tinggi terpapar konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Transparansi digital melalui media sosial membuat kasus-kasus tersebut kini lebih mudah terungkap ke permukaan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Rano Alfath, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menewaskan AT (14).
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved