Selasa 30 Maret 2021, 15:43 WIB

Tersangka Teroris Bom Makassar Melakukan Baiat di Markas FPI

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Tersangka Teroris Bom Makassar Melakukan Baiat di Markas FPI

Antara
Polisi mengangkut bagian tubuh terduga pelaku bom bunuh diri di Katedral, Makassar

 

POLRI menyatakan bahwa tersangka teroris yang terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, sempat dibaiat di markas ormas Front Pembela Islam yang kini jadi organisasi terlarang.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan tersangka teroris ketahuan berbaiat melalui hasil interogasi.

"Hasil introgasi dilakukan pengembangan dan penangkapan terhadap satu AS alias EKA alias AR. dimana perannya adalah ikut dalam perencanaan, mengikuti kajian di villa mutiara, kemudian telah berbaiat di markas FPI yang merupakan markas organisasi yang sekarang sudah terlarang," papar Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (30/3).

Ahmad menuturkan bahwa aksi baiat itu dipimpin oleh seorang Ustaz yang bernama Basri. Namun, Ahmad tak merincikan lebih lanjut mengenai waktu persis kapan baiat dilakukan.

Baca juga: Terduga Teroris Sempat Ikut Sidang Rizieq, Keamanan Ditingkatkan

"Kemudian, tersangka Andre alias AN yang sama juga mengikuti perihal perencanaan, mengikuti kajian dan juga mengikuti baiat kepada Abu Bakar Al-Baghdadi," ucapnya.

Dari ketiga tersangka lain, Ahmad menyebut seluruhnya sama-sama melakukan baiat di Markas FPI. Bahkan, salah seorang tersangka berinisial R ikut melakukan survei untuk menentukan titik aksi amaliyah.

"Artinya sudah direncanakan titik dilakukannya aksi Amaliyah bunuh diri tersebut," ungkap Ahmad.

Sejak dua hari pasca ledakan, polisi masih terus melakukan pengembangan terhadap jaringan teroris di wilayah Makassar.

Terkini, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali menangkap tiga terduga teroris pasca adanya peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan.

"Kemudian ditangkap kembali tiga tersangka atau terduga teroris," ucap Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/3).

Adapun tiga terduga teroris yang ditangkap seluruhnya adalah perempuan. Yang pertama adalah MM seorang perempuan yang memiliki peran mengetahui perencanaan pengantin bom bunuh diri L dan YSF, lalu memberikan motivasi agar pelaku melakukan jihad.

Sejauh ini, tercatat 20 korban luka termasuk petugas gereja dan jemaat. Seluruh korban menderita luka ringan hingga berat dan tengah dirawat di rumah sakit. (OL-4)

Baca Juga

DOK DPR RI

Wakil Ketua DPR: Kaji Mendalam Rencana Kenaikan PPN

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 12 Mei 2021, 23:27 WIB
Muhaimin, dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (12/5/2021), menyatakan bahwa pihaknya tidak menginginkan, jika kenaikan PPN ini resmi...
Antaranews.com

Dua Pengedar Uang Palsu di Aceh Ditangkap Polisi di Masjid

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 12 Mei 2021, 22:03 WIB
Masing-masing bernama Iwan TA (43) warga Desa Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjung Pinang Timur, Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan...
Antara

Pengecekan Pendatang Luar Negeri di Bandara Soetta Diperketat

👤Rahmatul Fajri 🕔Rabu 12 Mei 2021, 19:25 WIB
Listyo melihat masih ada celah saat kedatangan warga negara asing (WNA) maupun warga negara Indonesia (WNI) dari luar...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya