Jumat 26 Maret 2021, 21:50 WIB

Sidang Korupsi Garuda Ungkap soal 'Berkat' ke Direktur Teknik

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Sidang Korupsi Garuda Ungkap soal

MI/M. irfan
Sidang kasus korupsi Garuda Indonesia

 

DIREKTUR Mugi Rekso Abadi Soetikno Soedarjo, mengungkap soal pemberian berkat ke mantan Direktur Teknik Garuda Indonesia, Hadinoto Soedigno. Hal itu disampaikannya saat dihadirkan jaksa KPK sebagai saksi untuk terdakwa Hadinoto.

Soetikno membenarkan bahwa dirinya mengirim uang ke rekening bank Hadinoto di Singapura. Ia mengaku pemberian itu dilakukan setelah mendapatkan fee atas jasanya sebagai commercial advisor bagi beberapa perusahaan rekanan Garuda.

Adapun perusahaan yang merekrut Soetikno sebagai commercial fee antara lain Rolls-Royce, Airbus, Bombardier, dan ATR. Adapun Soetikno mendapatkan fee karena berhasil mengikutkan perusahaan tersebut dalam proyek Garuda.

"Saya bilang ke Hadinoto, saya ingin berbagi berkat pada beliau. Saya dapat berkat, saya dapat fee, saya ingin berbagi," aku Soetikno di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (26/3).

"Saya dapat fee setelah mereka tanda tangan kontrak antara pabrikan dan Garuda," jelasnya.

Baca juga : Periksa Cita Citata, KPK Dalami Kemungkinanan TPPU

Uang itu diberikan oleh Soetikno secara bertahap. Dari keterangan jaksa KPK, uang untuk Hadinoto itu antara lain sebesar US$156.724, US$100 ribu, dan US$50 ribu. 

Pemberian uang tidak hanya dilakukan Soetikno kepada Hadinoto, tapi juga menyasar mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar dan mantan Executive Project Manager Agus Wahjudo. Adapun uang untuk terdakwa Hadinoto terkait tender pengadaan dan perawatan mesin Rolls-Royce Trent 700 series.

Sebagai perantara antara Rolls-Royce dan Garuda, Soetikno mengkui bahwa Hadinoto kerap meminta diskon dengan dalih untuk kebaikan Garuda.

"Dalam pembicaraan saya dengan Pak Hadinoto, Pak Hadinoto menyampaikan misalnya harganya terlalu mahal, tolong beri diskon yang banyak untuk kebaikan Garuda Indonesia," tandas Soetikno.

Dalam perkara ini, Hadinoto didakwa menerima suap dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Total Hadinoto menerima uang US$2,3 juta, EUR477 ribu, dan Sing$3,77 juta. Ia juga didakwa menerima hadiah berupa makan malam dan penginapan senilai Rp34,8 juta dan US$4.200 terkait penggunaan pesawat pribadi. (OL-7)

Baca Juga

Antara/Muhammad Adimaja

Arteria Akui Plat Dinas Polri di Mobilnya Palsu

👤Siti Yona Hukmana 🕔Senin 24 Januari 2022, 18:07 WIB
Anggota DPR tersebut menilai menggunakan pelat polisi tak salah. Dia menyebut hanya menggunakan nomor polisi saat diparkir di...
dok.mi

Intel Jaksa Sita Duit Rp1,17 Miliar terkait Pungli Bandara Soetta oleh BC

👤Tri Subarkah 🕔Senin 24 Januari 2022, 18:00 WIB
BIDANG Intelijen Kejaksaan Tinggi Banten mengamankan Rp1,17 miliar selama operasi pemberantasan pungli di Bandara Soeta oleh oknum pegawai...
Dok.MI

Polri: Pemberian Pelat Dinas Polri ke Arteria Dahlan untuk Pengawalan

👤Siti Yona Hukmana 🕔Senin 24 Januari 2022, 17:53 WIB
Pelat berlogo Polri dengan nomor 4196-07 itu terdaftar di bagian Invent Biro Pal Slog Polri. Pelat itu diperuntukkan bagi Mitsubishi Pajero...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya