Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Mugi Rekso Abadi Soetikno Soedarjo, mengungkap soal pemberian berkat ke mantan Direktur Teknik Garuda Indonesia, Hadinoto Soedigno. Hal itu disampaikannya saat dihadirkan jaksa KPK sebagai saksi untuk terdakwa Hadinoto.
Soetikno membenarkan bahwa dirinya mengirim uang ke rekening bank Hadinoto di Singapura. Ia mengaku pemberian itu dilakukan setelah mendapatkan fee atas jasanya sebagai commercial advisor bagi beberapa perusahaan rekanan Garuda.
Adapun perusahaan yang merekrut Soetikno sebagai commercial fee antara lain Rolls-Royce, Airbus, Bombardier, dan ATR. Adapun Soetikno mendapatkan fee karena berhasil mengikutkan perusahaan tersebut dalam proyek Garuda.
"Saya bilang ke Hadinoto, saya ingin berbagi berkat pada beliau. Saya dapat berkat, saya dapat fee, saya ingin berbagi," aku Soetikno di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (26/3).
"Saya dapat fee setelah mereka tanda tangan kontrak antara pabrikan dan Garuda," jelasnya.
Baca juga : Periksa Cita Citata, KPK Dalami Kemungkinanan TPPU
Uang itu diberikan oleh Soetikno secara bertahap. Dari keterangan jaksa KPK, uang untuk Hadinoto itu antara lain sebesar US$156.724, US$100 ribu, dan US$50 ribu.
Pemberian uang tidak hanya dilakukan Soetikno kepada Hadinoto, tapi juga menyasar mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar dan mantan Executive Project Manager Agus Wahjudo. Adapun uang untuk terdakwa Hadinoto terkait tender pengadaan dan perawatan mesin Rolls-Royce Trent 700 series.
Sebagai perantara antara Rolls-Royce dan Garuda, Soetikno mengkui bahwa Hadinoto kerap meminta diskon dengan dalih untuk kebaikan Garuda.
"Dalam pembicaraan saya dengan Pak Hadinoto, Pak Hadinoto menyampaikan misalnya harganya terlalu mahal, tolong beri diskon yang banyak untuk kebaikan Garuda Indonesia," tandas Soetikno.
Dalam perkara ini, Hadinoto didakwa menerima suap dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Total Hadinoto menerima uang US$2,3 juta, EUR477 ribu, dan Sing$3,77 juta. Ia juga didakwa menerima hadiah berupa makan malam dan penginapan senilai Rp34,8 juta dan US$4.200 terkait penggunaan pesawat pribadi. (OL-7)
PRESIDEN Prabowo Subianto mendorong industri penerbangan nasional khususnya Garuda Indonesia agar tidak tertinggal dari pesatnya perkembangan teknologi global.
SEKRETARIS Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang menyebut Presiden Prabowo Subianto menggunakan dua pesawat kepresidenan setiap kali melakukan kunjungan ke luar negeri.
Seluruh prosedur keselamatan dijalankan sesuai standar operasional. Pilot dinilai mampu mengendalikan situasi hingga pesawat mendarat dengan aman di Sydney.
Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Glenny H Kairupan menegaskan tidak ada awak kabin yang mengalami cedera serius dalam insiden turbulensi penerbangan GA 712 rute Jakarta–Sydney.
Anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Tetty Paruntu, menyoroti penataan manajemen dan arah transformasi baru Garuda Indonesia pascapengangkatan direksi baru.
Penyelamatan Garuda harus dimulai dari sektor operasional yang selama ini membebani keuangan. Proses pemulihan penuh membutuhkan waktu dua tahun.
KPK mendalami dugaan aliran uang yang terafiliasi Bupati nonaktif Pati Sudewo melalui koperasi. Sejumlah saksi telah diperiksa penyidik di Gedung Merah Putih.
Mantan Komisaris Utama Pertamina Ahok hadir sebagai saksi di sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang dengan kerugian negara Rp285 triliun.
Mantan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Purwadi Sutanto, mengakui pernah menerima uang sebesar US$7.000
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim mengaku masih menjalani pemulihan kesehatan
Nicke yang menjabat sebagai dirut Pertamina periode 2018-2024 menjawab, perjanjian itu terkait penyewaan terminal BBM.
KPK menggeledah kantor Ditjen Pajak Kemenkeu untuk mengusut dugaan suap perpajakan yang melibatkan pejabat KPP Madya Jakarta Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved