Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI menangkap EPS, 30, yang tega menganiaya anaknya, MP yang berusia 7 bulan, Selasa (16/3) malam.
"Betul, Polres Depok berhasil menangkap ayah yang aniaya anaknya sendiri," kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP I Made Bayu membenarkan penangkapan itu. Bayu mengatakan pelaku ditangkap sekitar pukul 20.00 WIB.
"Ditangkap tadi malam di wilayah Citereup (Bogor, Jawa Barat)," ungkap Bayu, ketika dikonfirmasi, Rabu (17/3).
Kasus berawal saat ibu bayi, SN, sedang bekerja di sebuah perusahaan garmen di Kota Depok. Sementara di rumah hanya ada anak dan suaminya. Sepulangnya dari tempat kerja pada sore hari, SN kaget melihat bayinya menangis terus menerus.
Setelah diperiksa terdapat luka lebam dan memar-memar bekas benda tumpul. Sore itu juga, SN membawa bayinya ke rumah sakit untuk berobat. EPS kemudian dilaporkan istrinya, SN, 28, ke Polres Metro Depok pada Minggu (14/3).
Menurut pengakuan SN, suaminya kesal mendengar tangisan anaknya itu dan nekat menganiaya dengan benda tumpul hingga mengalami luka lebam dan luka memar hampir di sekujur tubuh. (Faj/OL-09)
Gemas sama anak orang boleh, tapi jangan main cium, pegang, apalagi asal suapin. Kita gak tau kuman apa yang nempel di tangan kita.
Penguatan pelayanan kesehatan primer, terutama Puskesmas dan Posyandu, harus menjadi prioritas dalam strategi nasional penanganan kesehatan mental anak.
Pemerintah mengajak para orangtua untuk kembali menghadirkan waktu berkualitas di rumah melalui gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Utara mencatat lonjakan kasus kekerasan terhadap anak yang didominasi oleh kekerasan seksual sepanjang tahun 2025.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya membangun ekosistem hukum yang kuat serta edukasi yang memadai untuk melindungi anak-anak.
kasus kekerasan terhadap siswa ini mencederai rasa kemanusiaan.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus penculikan anak yang terjadi belakangan ini.
Psikolog anak, Mira Damayanti Amir, menekankan bahwa darurat kekerasan tengah terjadi di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved