Senin 22 Februari 2021, 19:38 WIB

Singgung Kematian Ustad Maheer, Irjen Napoleon Minta Pindah Sel

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Singgung Kematian Ustad Maheer, Irjen Napoleon Minta Pindah Sel

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Irjen Pol Napoleon Bonaparte

 

TERDAKWA kasus dugaan suap terkait penghapusan nama Joko Tjandra dari daftar buronan, Irjen Napoleon Bonaparte meminta untuk dipindahkan ke Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Selama ini, mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu mendekam di Rutan Bareskrim.

Hal itu disampaikan Napoleon di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Ia memohon agar hakim mengabulkan permintaannya usai kematian tiga tahanan yang diduga menginggal akibat covid-19. Saat menjabarkan alasannya, ia turut menyinggung kematian Soni Eranata alias Maaher At Thuwailibi.

"Saya sudah lebih dari empat bulan di Rutan Bareskrim. Saya hitung dua bulan terakhir ini, sudah tiga tahanan meninggal dunia dengan positif covid," ujar Napoleon, Senin (22/2).

"Yang terakhir dua minggu lalu tanggal 8 Februari 2021 tepat hari Senin sepulang dari sini (Pengadilan Tipikor Jakarta), setiba di sel jam 7.30 malam, melintas di depan saya itu jenazah dari Ustaz Maaher yang posisi selnya di sebelah kamar saya persis," sambungnya.

Hakim Ketua Muhammad Damis menyebut pihaknya telah menerima surat dari Napoleon sejak 16 Februari lalu. Atas permintaan tersebut, Damis lantas meminta tanggapan dari jaksa penuntut umum. JPU Junaidi menilai apabila dipindahkan, hal itu akan mengakibatkan keterlambatan dalam proses membawa Napoleon ke ruang sidang.

"Apabila ditahan di Mako Brimob, kami agak terlambat untuk proses," kata Junaidi.

Sementara itu, penasihat hukum Napoleon, Santrawan Paparang menyinggung dua alasan agar kliennya bisa dipindahkan ke Rutan Mako Brimob. Pertama, keselamatan Napoleon itu sendiri. Kedua, mewabahnya penyebaran covid-19 di Rutan Bareskrim.

"Karena itu situasinya sangat mendesak, mengingat juga bahwa untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan maka surat itu dengan segala hormat disampaikan ke Yang Mulia untuk selanjutnya dipertimbangkan," ujar Santrawan.

Damis mengatakan mejelis hakim akan merundingkan permohonan pihak Napoleon dan memutuskannya besok, Selasa (23/2). (OL-4)

Baca Juga

MI/ Adam Dwi

Komjak Ingatkan Potensi Intervensi Sidang Mafia Tanah

👤Ant 🕔Jumat 05 Maret 2021, 23:00 WIB
Komjak mendorog oknum yang terlibat kasus mafia tanah harus dihukum lebih...
DOK/PANITIA KLB DEMOKRAT

Sekretaris OC KLB Partai Demokrat: Kami Miliki Kepesertaan Legal

👤Media Indonesia 🕔Jumat 05 Maret 2021, 21:50 WIB
Para ketua DPC sudah mengajukan permintaan sebelum KLB...
Antara/Muhammad Ayudha

KPK Sarankan Supervisi Petugas Pajak Dilakukan Bertingkat

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 05 Maret 2021, 21:47 WIB
"Kalau disupervisi ketat, yang namanya oknum bisa ketangkep. Sekarang ini supervisinya lebih lunak, kalau ada yang ketangkep, misalnya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya