Kamis 28 Januari 2021, 08:44 WIB

KPK Dalami Arahan Juliari ke Eks ADC Mensos

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
KPK Dalami Arahan Juliari ke Eks ADC Mensos

MI/Susanto
Mantan Menteri Sosial Jualiari Peter Batubara

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan ADC Menteri Sosial Eko Budi Santoso, Rabu (27/1). Lembaga Antikorupsi itu mendalami arahan mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara ke Eko dalam pengadaan bantuan sosial (bansos) di Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 2020.

"Eko Budi Santoso didalami pengetahuannya terkait peran dan arahan khusus tersangka JPB (Juliari Peter Batubara) saat menjabat selaku Mensos dalam pengadaan bansos untuk wilayah Jabodetabek 2020 di Kemensos," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Kamis (28/1).

Ali enggan membeberkan arahan yang dimaksud. Alasannya untuk menjaga kerahasian proses penyidikan.

Baca juga: KPK Lelang Perhiasan Milik Eks Kepala Bappebti

Juliari Peter Batubara ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bansos sembako covid-19 di Jabodetabek pada 2020.

Kasus ini menjerat empat tersangka lain, yakni dua pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, serta pihak swasta Ardian IM dan Harry Sidabuke.

KPK menduga kongkalikong para tersangka membuat Juliari menerima Rp17 miliar dari dua periode pengadaan bansos sembako.

Kasus ini terungkap bermula dari penangkapan Matheus. KPK mengendus adanya pemberian uang dari para tersangka dan sejumlah pihak, salah satunya kepada Juliari.

Penyerahan uang dilakukan pada 5 Desember 2020. Fulus Rp14,5 miliar dari Ardian dan Harry itu disimpan dalam tujuh koper, tiga tas ransel, dan amplop kecil.

Juliari disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Matheus dan Adi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara itu, Ardian dan Harry disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (OL-1)

Baca Juga

Antara

AHY Surati Menko Polhukam dan Kapolri Minta KLB Dihentikan

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Maret 2021, 14:48 WIB
Partai Demokrat meminta perlindungan hukum dan pencegahan tindakan inkonstitusional kepada...
Antara

Moeldoko DipastikanTak Hadiri KLB Demokrat

👤Nur Azizah 🕔Jumat 05 Maret 2021, 14:21 WIB
"Beliau ada di kantor," kata Juri Ardiantoro kepada wartawan, Jakarta, Jumat...
MI/MOHAMAD IRFAN

Max Sopacua Pastikan KLB Partai Demokrat Sesuai dengan AD/ART

👤Antara 🕔Jumat 05 Maret 2021, 14:21 WIB
Menurut dia, dengan terpenuhinya aspek legalitas tersebut, maka tidak ada masalah sama sekali dalam hal pelaksanaan KLB yang akan digelar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya