Kamis 21 Januari 2021, 22:45 WIB

Mantan Menteri Tersangka Suap Mengeluh tidak Bertemu Keluarga

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Mantan Menteri Tersangka Suap Mengeluh tidak Bertemu Keluarga

Antara/Hafidz Mubarak
Edhy Prabowo saat bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta.

 

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (EP), tersangka kasus suap perizinan ekspor benih lobster, mengeluh sudah dua bulan tidak dapat bertemu langsung dengan keluarganya.

"Sudah dua bulan, bagi saya tidak mudah. Saya butuh dukungan moral keluarga kalau bisa ya itu dijenguk langsung. Kemudian saya minta tolong walaupun terbatas tidak banyak-banyak satu dua orang termasuk ketemu lawyer saya karena saya butuh koordinasi," kata Edhy usai diperiksa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (21/1).

Menurut dia, pertemuan dengan keluarga secara langsung dapat menguatkan moralnya dalam menghadapi kasus yang menjeratnya saat ini. "Kalau boleh untuk menguatkan, ya boleh dijenguk langsung dengan aturan Covid-19 kan boleh pakai masker, (tes) swab. Jadi, dalam batas," ujar Edhy.

Ia pun juga meminta kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly agar memberikan izin kunjungan keluarga ke Rutan KPK. "Saya berharap, saya sedang menjalankan tugas ini tanggung jawab saya dalam kesempatan ini kalau bisa mohon kepada pihak yang berwenang kepada Menkumham diberikan kesempatan perizinan kunjungan keluarga. Walaupun Covid-19 saya tahu, kan ada mekanisme," tuturnya.

Sebelumnya Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut lembaganya memang mengubah teknis mekanisme pertemuan tahanan dengan alasan pandemi Covid-19.

Namun KPK membantah jika disebut membatasi hak tersangka maupun terdakwa untuk bertemu dengan pengacaranya. "Kami tentu paham betul apa yang menjadi hak-hak tersangka maupun terdakwa sebagaimana hukum acara pidana yang berlaku. Sejauh ini, tidak pernah ada pembatasan hak tersebut, yang berubah hanya soal teknis mekanismenya saja karena alasan wabah Covid-19," kata Ali.

Dalam situasi pandemi Covid-19, katanya, pertemuan antara penasihat hukum dan tahanan, demikian juga kunjungan keluarga tetap bisa dilakukan secara daring sesuai jadwal dan waktu yang telah ditentukan. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Antara

Indonesia Ajak Anggota PBB Cegah Kejahatan Transnasional

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 07 Maret 2021, 16:35 WIB
Indonesia mengusulkan pembentukan norma dan standar internasional guna memenuhi SDG khususnya Tujuan 16.2 mengenai pengakhiran tindak...
MI/Andri Widiyanto

AHY Serukan Perlawanan Terhadap Kubu Moeldoko

👤Andhika Prasetyo 🕔Minggu 07 Maret 2021, 16:15 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyerukan perlawanan terhadap kelompok yang berusaha mengambil alih kekuasaan...
Antara

AHY: KLB Deli Serdang Ujian Demokrasi Indonesia

👤Ant 🕔Minggu 07 Maret 2021, 14:37 WIB
"Kalau kami diam, artinya sama saja bahwa Partai Demokrat juga membunuh demokrasi di negeri kita,"...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya