Rabu 30 Desember 2020, 02:50 WIB

Tommy Sumardi Divonis 2 Tahun Penjara

Sri Utami | Politik dan Hukum
Tommy Sumardi Divonis 2 Tahun Penjara

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Terdakwa selaku perantara pemberian suap dari Djoko Tjandra, Tommy Sumardi (tengah) tiba untuk menjalani sidang putusan.

 

KETUA Majelis Hakim Pengadil an Negeri Jakarta Pusat mengganjar terdakwa perkara korupsi kepengurusan penghapusan red notice Joko Tjandra, Tommy Sumardi, pidana 2 tahun dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan.

Putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis itu lebih tinggi daripada tuntutan jaksa sebelumnya, 1 tahun 6 bulan.

“Menjatuhkan pidana oleh karenanya kepada terdakwa Tommy Sumardi dengan pidana penjara dua tahun,” kata Damis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, kemarin.

“Menimbang berdasarkan pertimbangan di atas mahkamah hakim berpendapat bahwa seluruh unsur dalam dakwaan alternatif pertama telah terbukti maka majelis berpendapat terdakwa secara sah menurut hukum. Oleh karena itu, terdakwa harus dinyatakan telah terbukti secara sah meyakinkan melanggar pada dakwaan alternatif tersebut. Menimbang terkait justice collaborator, terdakwa mau bekerja sama dengan hakim,” jelasnya.

Hakim menilai hal yang memberatkan ialah tindakan terdakwa di antaranya tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Pemberian uang terhadap aparat penegak hukum dalam bentuk mata uang asing dengan tujuan penghapusan red notice terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Joko Tjandra dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan.

Terdakwa yang merupakan perantara suap Joko Tjandra terbukti memberikan uang kepada mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Napoleon Bonaparte senilai US$370 ribu dan S$200 ribu.

Tak hanya itu, dia turut memberikan uang kepada mantan Kepala Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo sebesar US$100 ribu.

Setelah menyimak putusan majelis hakim, baik jaksa maupun tim kuasa hukum Tommy masih akan mempertimbangkan apakah akan melakukan banding atau tidak.

“Pikir-pikir dulu, Yang Mulia,” jawab tim kuasa hukum Tommy, Dion Pongkor.

Majelis hakim pun telah mengabulkan permohonan justice collaborator dalam perkara red notice Joko Tjandra yang diajukan terdakwa Tommy Sumardi dan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Agung. (Sru/P-5)

Baca Juga

Antara

Kejagung Belum Butuh Kesaksian Tambahan M Lutfi

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 07 Juli 2022, 23:27 WIB
Penyidik Gedung Bundar menargetkan, dalam bulan ini, tersangka dan barang bukti bisa dilimpahkan ke tim...
.

Asahi Nilai Penegakan Hukum Indonesia Masih Tebang Pilih

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 07 Juli 2022, 22:54 WIB
Pemegang kebijakan diharapkan dapat menampilkan perilaku yang...
MI/ Susanto

Sejumlah Petinggi Perusahaan Sawit Diperiksa Kejagung

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 07 Juli 2022, 21:06 WIB
"Para saksi yang diperiksa yaitu G (Gunadi) selaku Direktur Utama PT Sukajadi Sawit Makar dan RD (Rudi Krisnajaya) selaku Direktur...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya