Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
APARAT polisi terpaksa melakukan tindakan tegas terhadap massa yang diduga pendukung Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab, karena menyerang polisi dengan menggunakan senjata api. Enam pendukung Rizieq tewas setelah diterjang timah panas dari aparat kepolisian.
"Ketika anggota mengikuti kendaran yang diduga adalah pengikut Rizieq petugas dipepet kemudian diserang menggunakan senjata api. Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang kemudian melakukan tindakan tegas terukur terhadap kelompok yang diduga pengikut MRS. Meninggal dunia sebanyak 6 orang," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, hari ini.
Kejadian tersebut berlangsung pada dini hari tadi sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Tol Jakarta Cikampek, KM 50. Fadil menyebut massa yang menyerang petugas adalah massa yang dikerahkan untuk mengawal pemeriksaan Rizieq. Massa berada dalam sebuah kendaran.
"Telah terjadi penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas penyelidikan terkait rencana pemeriksaan Rizieq Shihab yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10. 00 WIB," kata Fadhil.
Sementara itu, kuasa hukum pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Azis Yanuar membenarkan adanya peristiwa penghadangan serta penembakan terhadap rombongan Rizieq saat menunu lokasi pengajian subuh keluarga.
"Bahwa benar ada peristiwa penghadangan, penembakan terhadap rombongan IB HRS (Rizieq( dan keluarga serta penculikan terhadap 6 orang laskar pengawal IB," ujar Aziz, Senin (7/12).
Baca juga: OTT di Kemensos Momentum Transparansi Pengadaan Bansos
Aziz menegaskan bahwa keberangkatan Rizieq beserta keluarga termasuk cucu yang masih balita adalah untuk mendatangi acara pengajian subuh internal khusus keluarga inti.
"Sekali lagi ini pengajian subuh internal khusus keluarga inti," terangnya.
Dalam perjalanan menuju lokasi pengajian subuh keluarga tersebut, lanjut Aziz, rombongan dihadang oleh orang tak dikenal yang diduga kuat bagian dari operasi penguntitan dan utk mencelakakan Rizieq.
"OTK yg bertugas operasi tersebut menghadang dan mengeluarkan tembakan kepada laskar pengawal keluarga," ujarnya.
Hingga saat ini, para penghadang berhasil melakukan penembakan dan 1 mobil berisi 6 orang laskar masih hilang diculik oleh para OTK bertugas operasi.
"Kami mohon doa, agar 1 mobil yg tertembak berisi 6 orang laskar yg diculik agar diberi keselamatan," ucapnya. (Ykb/OL-4)
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
ORGANISASI kemasyarakatan Front Pembela Islam (FPI) menyampaikan surat kepada Presiden Prabowo Subianto yang berisi permintaan agar Indonesia menarik diri dari Board of Peace (BoP)
Adapun massa PA 212 mulai tiba di kawasan Monas sekitar pukul 01.30 WIB.
Personel ditempatkan di sejumlah titik di sekitar Kedubes AS.
Susatyo menyebut personel tersebut gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemda DKI dan instansi terkait.
Mantan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab hari ini dinyatakan bebas murni oleh BP Kelas Satu Jakarta Pusat. Rizieq Shihab menuntut penyelesaian kasus KM 50 yang menewaskan enam aggotanya.
FPI mendukung KPK mengusut tuntas dugaan penerimaan gratifikasi kasus penemabakan KM 50
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved