Sabtu 28 November 2020, 17:00 WIB

Terlibat Kasus Suap, Walkot Cimahi Berdalih tak Paham Aturan

Zaenal Arifin | Politik dan Hukum
Terlibat Kasus Suap, Walkot Cimahi Berdalih tak Paham Aturan

MI/Depi Gunawan
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna

 

WALI Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna mengaku tidak tau jika suap perizinan yang dilakukan Komisaris RSU Kasih Bunda Hutama Yonathan (HY) kepada dirinya akan berujung penangkapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, izin tersebut untuk pihak swasta.

"Ini semata-mata ketidaktahuan saya, saya pikir tidak masuk pasal apa-apa karena ini proyek swasta, karena dulunya saya di swasta, wiraswasta," kata Ajay Priatna saat keluar Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (28/11).

Baca juga: Ditemukan Uang Tunai, Ruangan Menteri KKP Disegel

Ajay yang saat ini dijadikan tersangka oleh lembaga antirasuah, mengungkapkan bahwa kasus yang menjeratnya bukanlah persoalan perizinan pembangunan rumah sakit swasta tersebut.

"Ini bukan masalah perizinan, saya tidak disuap perizinan, perizinan sudah selesai," akunya.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, kasus yang menjeratnya bukanlah soal kasus suap perizinan pembangunan RSU Kasih Bunda Kota Cimahi, melainkan untuk memenangkan tender pembangunan rumah sakit tersebut.

"Jadi tidak mungkin di Cimahi ada suap perizinan sampai Rp3,2 miliar, itu adalah sisa tagihan, tagihan pembangunan RS tersebut Rp42 miliar," ungkap Ajay Priatna.

Dengan demikian, kata Ajay Priatna, tidak ada suap yang diberikan pemilik rumah sakit swasta tersebut kepada dirinya yang bertujuan sebagai izin mendirikan bangunan rumah sakit tersebut.

"Tidak ada perjanjian fee, ngga ada, yang ada adalah di internal kami, membagi hasil iya, tapi bukan fee dari yang punya RS," tandasnya.

Ajay Priatna ditetapkan sebagaj tersangka bersama Komisaris RSU Kasih Bunda Hutama Yonathan oleh KPK, atas tuduhan menerima suap.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Ajay Priatna dan HY tertangkap basah oleh tim KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat, 27 November 2020.

Ajay Priatna dan HY ditangkap bersama beberapa orang lainnya, sekaligus uang tunai sebesar Rp425 juta beserta dokumen keuangan yang disita KPK. (Medcom.id/OL-6)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Politikus Hanura Dilaporkan Terkait Rasisme kepada Natalius Pigai

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 25 Januari 2021, 15:29 WIB
Polisi meminta masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan kasus itu ke pihak...
Ilustrasi

Polisi Ringkus Dua Pengedar Narkoba, Satu Orang Masih DPO

👤┬áRahmatul Fajri 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:46 WIB
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Ronaldo Maradona Siregar mengatakan, barang haram itu rencananya akan diedarkan di...
Antara

Polisi Didesak Tindak Aksi Rasisme Terhadap Natalius Pigai

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:24 WIB
Sebelumnya pemilik akun Facebook Ambroncius Nababan, memuat unggahan bernada rasis terhadap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya