Senin 19 Oktober 2020, 04:13 WIB

192 Bawaslu Beri Saran Perbaikan Pemutakhiran DPT

Sru/RF/AD/X-7 | Politik dan Hukum
192 Bawaslu Beri Saran Perbaikan Pemutakhiran DPT

Dok.MI/Rommy Pujianto
Ilustrasi -- Bawaslu

 

SEBANYAK 192 Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kabupaten/kota memberikan saran perbaikan terhadap kualitas penyelenggaraan pemutakhiran daftar pemilih pada saat penetapan daftar pemilih tetap (DPT) yang dilakukan KPU kabupaten/kota.

“Hal itu dari hasil pengawasan yang dilakukan di seluruh daerah. Saran perbaikan dilakukan agar memasukkan pemilih memenuhi syarat (MS) ke dalam DPT, menghapus pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) dari daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP), dan melakukan perbaikan terhadap elemen data pemilih yang belum lengkap,” jelas anggota Bawaslu RI, Mochammad Afi fuddin, kemarin.

Bawaslu mengawasi penetapan daftar pemilih Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Pengawasan dilakukan untuk memastikan kualitas daftar pemilih.

Rekomendasi atas hasil pengawasan tersebut dilakukan demi menjamin hak pilih setiap warga negara dan menjamin akurasi daftar pemilih. Dengan demikian, lanjutnya, setiap warga yang memiliki hak pilih dapat menggunakan hak pilihnya. Sebaliknya nama-nama yang tidak memenuhi syarat akan dicoret agar hak pilih itu tidak disalahgunakan.

Bawaslu memberikan saran perbaikan tersebut, di antaranya di Kabupaten Serang, Banten; Lamongan, Jawa Tengah; dan Bangka Selatan, Bangka Belitung.

Selanjutnya dalam proses penetapan DPT, tambah Afifuddin, sebanyak 23 Bawaslu kabupaten/kota merekomendasikan sejumlah daerah untuk melakukan penundaan penetapan. Daerah-daerah tersebut antara lain Manggarai, NTT; Kota Jambi, Jambi; Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Di sisi lain, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka Tengah telah menetapkan jumlah DPT Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tengah pada pilkada tahun ini sebanyak 129.172. Pemilih tersebar di enam kecamatan.

Jumlah DPT itu, kata Ketua KPU Bangka Tengah, Rusdi, bertambah 7.042 jika dibandingkan dengan saat Pilpres 2019 yang sebanyak 122.130 pemilih.

Sementara itu, pengurus dan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tasikmalaya tetap akan memilih mantan ketuanya, Haris Sanjaya, yang berpasangan dengan Azis Rismaya yang diusung Partai Gerindra dan Demokrat. Padahal, berdasarkan surat keputusan rekomendasi DPP PKB, di pikada tersebut PKB mendukung pasangan Iwan Saputra-Iip Miftahul Paos. (Sru/RF/AD/X-7)

Baca Juga

Dok Kejagung

Kejaksaan Usut Alih Fungsi Kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading

👤Tri Subarkah 🕔Senin 06 Desember 2021, 18:45 WIB
Penyidik menemukan sebagian Kawasan Suaka Margasatwa telah dialihfungsikan jadi perkebunan sawit seluas 210...
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Bekas Dirut Asabri Dituntut 10 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp64,5 Miliar

👤Selamat Saragih 🕔Senin 06 Desember 2021, 18:07 WIB
Sonny Widjaja dituntut hukuman 10 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi Asabri dengan kerugian total Rp22,78...
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Bekas Penyidik KPK Stepanus Robin Dituntut 12 Tahun Penjara

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Senin 06 Desember 2021, 17:45 WIB
Jaksa juga meminta hakim memberikan pidana pengganti Rp2,32 miliar ke Robin. Uang itu wajib dibayar Robin dalam waktu sebulan setelah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya