Minggu 18 Oktober 2020, 13:45 WIB

Hina Moeldoko di Facebook, Muhammad Basmi Ditangkap Polisi

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Hina Moeldoko di Facebook, Muhammad Basmi Ditangkap Polisi

dok.mi
Ilustrasi

 

PEMILIK akun media sosial Facebook Muhammad Basmi ditangkap Bareskrim Polri lantaran menghina Kepala KSP Moeldoko. Basmi ditangkap usai menyebut Moeldoko sebagai eks Jenderal yang bermental komprador di unggahannya dalam Facebook.

Dirtipidsiber Bareskrim Brigjen Slamet Uliandi, menuturkan Basmi ditangkap di kawasan Koja Jakarta Utara, pukul 05.10 WIB, Minggu (18/10).

"Pemilik akun Facebook Muhammad Basmi melakukan penghinaan terhadap Moeldoko dan polisi,” tutur Slamet, Minggu (18/10).

Basmi langsung dibawa ke Dittipidsiber Bareskrim Polri dengan barang bukti yang diamankan antara lain, satu unit HP, satu SIM card, dan satu akun Facebook Muhammad Basmi.

Basmi pun akan dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka dan barang bukti (digital forensik) oleh Penyidik Polri.

Adapun Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo membenarkan penangkapan tersebut. "Benar (Basmi diamankan Bareskrim)," ungkap Listyo.

Atas perbuatannya, Basmi pun dijerat dengan tindak pidana Ujaran kebencian (SARA) Pasal 28 ayat 2 UU ITE, dan atau penghinaan Pasal 207 KUHP dengan ancaman ancaman pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau denda paling banyak Rp4.500. (OL-13)

Baca Juga: Saat Brimob Harus Menghadang Unjuk Rasa

Baca Juga

Antara

Dirjen Imigrasi Kemenkumham Bentuk Satgas Kepatuhan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 11:48 WIB
Langkah ini diambil Dirjen Imigrasi merespons keluhan Presiden Joko Widodo terkait lambatnya pengurusan...
Ist

Mahasiswa Kelompok Cipayung Plus Kota Medan Berdialog dengan Ganjar

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 11:07 WIB
Para mahasiswa terlihat sangat antusias mengikuti diskusi. Mereka menilai Ganjar merupakan sosok yang...
Ist

SKI Buka Posko Saksi Demokrasi di Tiga Provinsi

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 10:59 WIB
Kualitas demokrasi dalam Pemilu dan Pilpres 2024 sesungguhnya tidak cukup dukur dari tingginya angka pencoblos dalam gawe politik...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya