Minggu 18 Oktober 2020, 13:00 WIB

Saat Brimob Harus Menghadang Unjuk Rasa

Ardi Teristi | Nusantara
Saat Brimob Harus Menghadang Unjuk Rasa

MI/Ardi Teristi
Komandan Satuan Brimob Polda DIY, Kombes Imam Suhadi saat menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD DIY:

 

Cara Brimob Jinakkan Demonstrasi Rusuh di Depan DPRD DIY


Aksi demonstrasi berujung kerusuhan pada 8 Oktober 2020 masih membekas di
ingatan warga Yogyakarta, terutama di kawasan Malioboro. Pasalnya, aksi
tersebut membuat toko-toko dan pedagang kaki lima di Malioboro tutup,
sebuah kafe terbakar, dan gedung DPRD DIY rusak.

Upaya pembakaran saat itu sebenarnya mengarah ke Gedung DPRD DIY. Namun,
dari CCTV, molotov yang dilemparkan menyangkut di kafe. Molotov yang
dilempar dari tanah kosong di samping Gedung Purawisata sempat masuk ke
gedung DPRD DIY. Namun, api tersebut bisa dipadamkan.


Komandan Satuan Brimob Polda DIY, Kombes Imam Suhadi mengakui, pihak
keamanan kecolongan sampai terjadi aksi rusuh. "Sampai ada yang terbakar
memang kecolongan," kata dia saat kunjungan Komisi A DPRD DIY, Sabtu (18/10).


Ia menceritakan, sebelum demonstrasi, pihaknya sudah mempersiapkan memasang
kawat berduri di halaman gedung DPRD DIY. Namun, hal tersebut urung
dilaksanakan karena informasinya demonstrasi tersebut berlangsung damai dan
ada mahasiswa dan buruh yang akan beraudiensi dengan pimpinan DPRD DIY.

"Saat sudah terjadi kerusuhan, kami tidak bisa lagi masang kawat berduri,"
kata dia. Pihaknya pun bertahan mengatasi demonatrasi dengan aturan yang ada.

Ada tahapan

Kombes Imam mengatakan, pembubarab aksi denonstrasi ada tahapannya. Brimob
tidak bisa langsung turun tangan. Itu pula yang dilakukan saat pengamanan
Demonstrasi pada (8/10) di DPRD DIY dan Malioboro.


"Jika sudah ada lempar-lempar, Dalmas (pengendalian massa) negosiasi dulu,"
kata dia. Brimob membantu mempertebal pengamanan apabila sudah melakukan
pembakaran sesuatu.

Cara pertama yang dilakukan adalah dengan menyemprot pengunjuk rasa dengan
air. Apabila pengunjuk rasa masih melempar, Brimob akan menggunakan gas air
mata. Langkah-langkah yang dilakukan Brimob tersebut dibarengi dengan
negosiasi kepada para demonstran.

"Saat aksi kemarin, saya sudah minta izin ke pimpinan untuk membubarkan
massa pada pukul 5 sore," kata dia. Saat pengunjuk rasa tidak mau berhenti
melakukan aksi lempar, Brimob langsung membersihkan area Malioboro dari
demonstran pada pukul 5 sore.

 Mengutamakan Kemanusian

Kombes Imam menegaskan, Brimob dalam bertugas mengedepankan kemanusiaan.
Brimob tidak lagi menggunakan peluru karet setelah aksi demonstrasi 212.
"Jiwa ragaku demi kemanusiaan," jelas dia.

Pihaknya juga sudah kuat mental ketika diprovokasi oleh demonstran dengan
membenturkan dengan TNI ataupun dikata-katai anjing.

Imam mengatakan, pihaknya mengambil sifat kesetiaan pada anjing. "Kami
setia terhadap pemerintah dan Brimob tidak pernah berkhianat," kata dia.

Brimob tidak hanya bertugas saat mengamankan demonstrasi, tetapi juga
kegiatan sosial, salah satunya penyemprotan disinfektan secara rutin sejak
Maret 2020. Pihaknya membuat tiga posko untuk penyemprotan disinfektan,
yaitu di Gondowulung, Sentolo, dan Baciro.


Sekertaris Komisi A DPRD DIY Retno Sudiyanti dalam kesempatan tersebut
berharap Brimob DIY tetap siap menjadi garda terdepan mengamankan aksi-aksi
demonstrasi yang berpotensi rusuh. berharap Brimob DIY tetap siap menjadi
garda terdepan menghadapi banyak aksi demonstrasi yang berpotensi rusuh.
Kesiapannya harus diketahui dengan jelas.

Pihaknya juga mengapresiasi kegiatan sosial Brimob yang melakukan
penyemprotan disinfektan secara rutin pada masa pandemi Covid-19.

"Kita support sepenuhnya semua mitra kerja, termasuk Brimob," tambahnya.

Anggota Komisi A DPRD DIY, Stevanus Christian Handoko berharap, Brimob
dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Aksi demonstrasi rusuh dengan
pembakaran, khususnya di ring 1 Yogyakarta tidak sampai terjadi lagi. (AT)

 

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

Bangun Kantor Gubernur Sumsel Untuk Keseimbangan Ulu dan Ilir

👤Dwi Apriani 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 11:28 WIB
Bangunan kantor gubernur Sumsel sebagai bangunan warisan budaya (heritage) yang ditetapkan dan tidak boleh diubah bentuknya karena usia...
MI/Hendri Kremer

Efek Pandemi, Usaha Pariwisata Harus Sertifikasi CHSE

👤Hendri Kremer 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 11:20 WIB
Seritifakasi CHSE iditerapkan di seluruh Indonesia sebagai langkah pemerintah membangun citra pariwisata dengan menerapkan...
MI/Tosiani

Aliran Adem Hatie Berkembang Pesat di Temanggung

👤Tosiani 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 10:56 WIB
Kendati para anggotanya berasal dari berbagai agama, namun sekte Adem Hatie ini bukanlah agama. Semua anggota memuja Dewa Tan Tik Sioe atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya