Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) melansir Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Nasional 2019 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan IDI Nasional pada 2018. Tingkat capaian IDI diukur berdasarkan pelaksanaan dan pengembangan 3 aspek, 11 variabel, dan 28 indikator demokrasi.
IDI 2019 mencapai angka 74,92 dalam skala 0 sampai 100. Angka itu meningkat jika dibandingkan dengan IDI 2018 sebesar 72,39 sehingga capaian kinerja IDI masih berada pada kategori sedang.
“Hal ini menunjukkan demokrasi Indonesia dari tahun ke tahun semakin baik karena ada peningkatan 2,53 poin. Catat annya bahwa angka itu masih berada pada 60-80. Artinya, kategorinya masih sedang,” jelas Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual di Jakarta, kemarin.
Ia menyatakan metodologi penghitungan IDI menggunakan empat sumber data, yaitu peninjauan surat kabar lokal, peninjauan dokumen berupa peraturan daerah atau peraturan gubernur, focus group discussion (FGD), dan wawancara mendalam.
Adapun dari hasil survei tersebut, data BPS menunjukkan IDI 2018-2019 dipengaruhi penurunan aspek kebebasan sipil sebesar 1,26 poin (dari 78,46 menjadi 77,20), kenaikan aspek hak-hak politik sebesar 4,92 poin (dari 65,79 menjadi 70,71), dan kenaikan aspek lembaga demokrasi sebesar 3,48 poin (dari 75,25 menjadi 78,73).
IDI adalah indikator komposit yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia. Tingkat capaiannya diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan tiga aspek demokrasi, yaitu kebebasan sipil (civil liberty), hak-hak politik (political rights), dan lembaga demokrasi (institution of democracy).
Di samping level nasional, IDI juga dapat memberikan gambaran perkembangan demokrasi di provinsi-provinsi seluruh Indonesia. IDI tidak hanya melihat gambaran demokrasi yang berasal dari sisi kinerja pemerintah atau birokrasi. Namun, juga melihat perkembangan demokrasi dari aspek peran masyarakat, lembaga legislatif (DPRD), partai politik, lembaga peradilan, dan penegak hukum. “Oleh karena itu, perkembangan IDI merupakan tanggungjawab bersama pemerintah dan masyarakat,” tutur Suhariyanto.
Kondusif
Pada kesempatan sama, Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Purnomo Sidi menilai capaian IDI 2019 merupakan cerminan dari dinamika politik nasional yang kondusif.
“Mengingat 2019 kemarin merupakan tahun politik. Kemenko Polhukam berpandangan bahwa capaian ini merupakan sinyal positif untuk pemerintah agar semakin memperkuat stabilitas politik dalam negeri dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang saat ini dalam tekanan berat karena pandemi covid-19,” ujarnya.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia Sri Budi Eka Wardhani menyebutkan IDI 2019 yang diluncurkan BPS merupakan realitas yang terjadi pada 2019. Selama periode tersebut, situasi politik Indonesia begitu terpolarisasi akibat pilpres. “Bahkan untuk beberapa aspek, kondisi tersebut masih terjadi hingga saat ini,” katanya. (Che/P-3)
Perludem menilai rencana DPR membahas terpisah revisi Undang-Undang Pemilu dan Undang-Undang Pilkada kemunduran demokrasi.
Pilkada langsung adalah bagian integral dari kedaulatan rakyat yang telah menjadi praktik konstitusional mapan pasca-amandemen UUD 1945.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Jamaluddin membacakan bahwa hak kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpin di daerah tidak boleh diganggu gugat demi menjaga legitimasi pemerintahan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dinilai bisa tersingkir.
Pilkada langsung selama ini menjadi instrumen penting dalam memperkuat partisipasi publik dan memastikan keterlibatan rakyat dalam menentukan kepemimpinan di daerah.
Upaya merevisi regulasi seputar pemilihan yang berlangsung di DPR saat ini dapat menjadi upaya mendongkrak nilai Indonesia pada tahun depan.
Indeks demokrasi Indonesia 2024 terdiri dari proses pemilu dan pluralisme (7,92), fungsi pemerintahan (6,79), partisipasi politik (7,22), kebebasan sipil (5,00), dan budaya politik (5,29).
Penilaian yang sudah berjalan rutin pastinya punya bobot yang perlu untuk dipertimbangkan
Hasan mempertanyakan alat ukur EIU karena Israel yang melakukan pembantaian terhadap Bangsa Palestina rangkingnya berada di atas Indonesia.
Nilai kebebasan sipil Indonesia pada indeks tahun ini juga turun dibanding tahun lalu, yakni 5,29.
Upaya merevisi regulasi seputar pemilihan yang berlangsung di DPR saat ini dapat menjadi upaya mendongkrak nilai indeks demokrasi Indonesia pada tahun depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved