Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Ma’ruf Amin meminta proses reformasi birokrasi di Indonesia dipercepat. Wapres berharap publik dapat merasakan kualitas pelayanan yang lebih optimal dari aparat birokrasi.
“Kita ingin mencoba mempercepat proses reformasi birokrasi agar publik dapat merasakan pelayanan optimal di Indonesia,” katanya dalam keterangan pers seusai pertemuan virtual dengan Tim Independen Reformasi Birokrasi Nasional (TIRBN) periode 2020-2024 di Istana Wapres, Jakarta, kemarin.
Menurutnya, keberhasilan reformasi birokrasi tecermin dari kepuasan masyarakat atas pelayanan publik yang semakin baik. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses tersebut ialah dengan menetapkan prioritas dan mempelajari proses reformasi birokrasi dari negara lain. Hal itu dapat diadopsi dan disesuaikan dengan keadaan di Tanah Air.
“Nah, kita (juga) ingin mencoba mencari contoh negara lain yang sudah berhasil. Ada yang mengatakan Korea Selatan itu berhasil. Nah, seperti apa dan bagaimana? Mungkinkah polapola itu di terapkan di Indonesia?”
Walaupun pertemuan dengan tim independen berlangsung secara virtual, Wapres berharap agar hasil pertemuan itu membawa manfaat. “Diharapkan pertemuannya tetap membawa manfaat untuk bagaimana melakukan upayaupaya, perbaikan-perbaikan, dalam rangka mereformasi birokrasi,” tuturnya.
Dalam menanggapi hal tersebut, Ketua TIRBN Eko Prasodjo mengungkapkan bahwa reformasi birokrasi memiliki target untuk membangun birokrasi kelas dunia. “Sesuai dengan Perpres No 81/2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi, target kita sampai dengan 2025 adalah membangun birokrasi kelas dunia. Kita sedang mempersiapkan birokrasi Indonesia menyongsong berbagai perubahan dengan standar kelas dunia,” paparnya.
Terkait dengan transformasi, Eko memandang terdapat empat faktor utama yang menjadi prioritas reformasi birokrasi saat ini dapat terus dilakukan, utamanya dalam menjawab tantangan perubahan zaman.
“Setidaknya ada empat transformasi yang dibutuhkan oleh governance, yaitu transformasi budaya, transformasi struktural, transformasi digital, dan reformasi regulasi melalui deregulasi serta reregulasi,” pungkas Eko. (Che/P-3)
Gallup 2025 memberi skor 89 (Law and Order Index), peringkat 19 bagi Indonesia dari 144 negara.
Hasil kesepakatan yang mempertahankan posisi Polri di bawah Presiden harus didukung penuh oleh seluruh elemen bangsa.
Ia menyoroti langkah Presiden yang telah membentuk Komisi Percepatan Reformasi Polri sebagai upaya yang seharusnya dihormati oleh parlemen.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi mengaburkan prinsip supremasi sipil, karena Polri berpotensi menjadi subordinat kepentingan politik sektoral.
KUHAP baru membawa mekanisme kontrol yang lebih ketat.
Seluruh masukan dari elemen masyarakat akan diakomodasi dalam bentuk rekomendasi resmi Komisi III untuk mempercepat pembenahan di tubuh Korps Bhayangkara.
Presiden Prabowo Subianto disebut akan mengambil langkah tegas untuk membersihkan birokrasi dan sektor swasta dari oknum-oknum bermasalah yang dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi.
Menurut Fauzan, wacana pembentukan kementerian khusus yang membawahi kepolisian justru berisiko menambah kerumitan birokrasi.
Pengalaman para relawan di lapangan kebencanaan menunjukkan bahwa penanganan bencana banjir Sumatra kali ini kembali memperlihatkan satu masalah mendasar.
Di tengah turbulensi sosial, geopolitik, dan perkembangan teknologi, institusi publik perlu memperbarui pendekatan tata kelola.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh menegaskan reformasi birokrasi harus menghadirkan perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
PAKAR manajemen dan ekonom senior Prof. Rhenald Kasali menegaskan kepemimpinan yang tegas menjadi faktor krusial dalam menyelesaikan kompleksitas perizinan investasi di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved