Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH masih melakukan pengkajian terkait pemberian insentif pada industri pers karena pandemi covid-19. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo dalam video conerence, Rabu (22/4).
Suryo belum bisa memastikan apakah industri pers akan masuk ke dalam daftar sektor industri tambahan untuk menikmati fasilitas insentif dari pemerintah. Menurutnya, saat ini pengambil kebijakan masih melakukan pendalaman dan memonitor mana saja industri yang layak mendapatkan insentif.
“Saya belum berani menyampaikan. Ini terus kita finalisasi, paling tidak kami lakukan assesmen, kami melakukan kerja sama dengan kemenko perekonomian. Sektronya apa, ini yang kita tentukan bersama kemenko,” tuturnya.
Diketahui sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah mempertimbangkan industri pers sebagai salah satu penikmat fasilitas yang diberikan pemerintah.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid seusai melakukan konferensi virtual bersama Airlangga beberapa waktu lalu.
Gayung bersambut, Dewan Pers pun turut angkat suara terkait hal itu. Pemerintah diminta untuk mempertimbangkan agar industri pers turut diberikan insentif di tengah pandemi covid-19. Hal itu dinyatakan oleh Ketua Dewan Pers M. Nuh pada (11/4), itu ditujukan agar keberlangsungan dunia pers tetap berjalan di tengah pandemi.
Setidaknya ada 9 poin yang diutarakan oleh M. Nuh terkait insentif bagi industri pers diantaranya penghapusan kewajiban Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21, PPh pasal 22, PPh pasal 23 dan PPh pasal 25. Penghapusan PPh omzet perusahaan pers dan penangguhan pembayaran denda pajak turut menjadi poin yang dinilai perlu dipertimbangkan.
“Untuk keberlangsungan dunia pers dalam masa krisis,” tukas M. Nuh.
Sebelumnya kementerian keuangan mengungkapkan akan memperluas sektor industri yang akan mendapatkan fasilitas relaksasi pajak di masa pandemi covid-19. Perluasan sektor tersebut mencakup 11 sektor seperti pangan melilputi peternakan, perikanan, perkebunan dan agrikultur; perdagangan bebas dan eceran; ketenagalistrikan dan energi terbarukan; minyak dan gas bumi; tambang dan batu bara; kehutanan; pariwisata dan ekonomi kreatif; telekomunikasi dan internet; logistik; transportasi darat, udara, angkutan sungai dan penyebrangan serta konstruksi. (OL-2)
Iwakum memaknai Hari Pers Nasional 2026 sebagai momentum penguatan perlindungan hukum dan konstitusional bagi kebebasan pers di Indonesia.
KETUA Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan peran pers sebagai cermin yang memantulkan realitas yang terjadi di pemerintah maupun masyarakat.
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa sinergi antarlembaga merupakan kunci utama agar setiap kasus yang menimpa insan pers dapat diselesaikan secara berkeadilan.
Putusan MK menegaskan bahwa wartawan tidak dapat serta-merta diproses secara pidana atau perdata atas karya jurnalistik dalam pengujuan UU Pers, Dewan Pers minta baca detil putusan MK
Dewan Pers mengeluarkan klarifikasi terkait beredarnya informasi mengenai pungutan biaya untuk penyebaran pamflet imbauan kewaspadaan penyalahgunaan profesi pers di sejumlah daerah.
Sepanjang 2025, isu kemerdekaan pers, profesionalisme jurnalistik, serta keberlanjutan ekonomi media menjadi tiga persoalan utama yang saling berkaitan.
Dunia usaha tidak bisa berjalan sendiri jika ingin tumbuh optimal.
Laporan terbaru Indeks Keselamatan Jurnalis (IKJ) 2025 mengungkapkan penurunan skor menjadi 59,5%, turun sekitar 0,9 hingga 1 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
JURNALIS Metro TV di Bulukumba, Ifa Musdalifah, harus berhadapan dengan ancaman digital usai menjalankan tugasnya meliput demonstrasi di Kantor DPRD Bulukumba, Rabu (4/2).
KETUA Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan peran pers sebagai cermin yang memantulkan realitas yang terjadi di pemerintah maupun masyarakat.
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa sinergi antarlembaga merupakan kunci utama agar setiap kasus yang menimpa insan pers dapat diselesaikan secara berkeadilan.
Lilik bercerita, tulisannya mengangkat cerita perjalanan panjang energi. Mulai dari minyak mentah sampai menjadi produk BBM yang ramah lingkungan dan produk gas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved