Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melarang mantan napi korupsi mencalonkan diri menjadi pasangan calon kepala daerah sulit diterpakan dalam pilkada serentak 2020.
Komisi II DPR menyatakan tidak berencana melakukan revisi UU 10 Tahun 2016 tentang Pilkada dalam waktu dekat.
"Siapa yang bisa mengendalikan kalau UU sudah dirubah lalu ternyata nanti perubahannya ke mana-mana. Nanti salah DPR lagi. lama banget bikin UU nya, terlalu ribet dan lain-lain," ujar Wakil Ketua Komisi II Arif Wibowo di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/11).
Arif menilai, tahapan Pilkada serentak 2020 sudah dimulai. Maka tidak mungkin bagi DPR melakukan revisi UU Pilkada. Menurut Arif rencana KPU memasukkan poin larangan mantan napi koruptor mencalonkan diri dalam pilkada 2020 dilakikan pada momentum yang kurang tepat.
"Ini persoalan waktu saja. Momentumnya tidak tepat," ujarnya.
Baca juga: Jubir: Presiden Jokowi Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD
Menurut Arif diakomodasinya pelarangan mantan napi korupsi mencalonkan diri melalui revisi UU pilkada dapat beresiko merubah norma-norma lain yang ada di dalam UU tersebut. Setiap fraksi partai politik (parpol) yang ada di DPR memiliki pandangan yang berbeda-beda terkait pelaksanaan pilkada.
"Kalau terjadi perubahan norma gimana. Ini kan masih padangannya kalau soal pilkada macam-macam. langsung tidak langsung, kalau tidak langsung yang bagaimana. kalau langsung pun juga dikoreksi agar tidak hi cost. Dalam UU pilkada yang punya kepentingan sangat banyak tidak hanya parpol," tegasnya.
Arif melanjutkan, Komisi II sendiri telah memberikan pertimbangannya terhadap usul KPU terkait pelarangan mantan napi korupsi mencalonkan diri.
Dalam pertimbagannya Komisi II menjelaskan bahwa KPU tidak bisa memasukkan norma pelarangan mantan napi korupsi mencalonakn diri. Ditambah terdapat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang semakin melemahkan posisi KPU.
"Silahan rumuskan sendiri biar nanti publik yang menilai. Apakah KPU melanggar UU, apakah KPU menyusun normanya bertentangan dengan pusuan MK. Silahkan tinggal akal sehat masing-masing saja," papar Arif. (A-4)
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menegaskan peradilan militer bukan ruang impunitas dalam sidang uji materi UU Peradilan Militer di Mahkamah Konstitusi.
Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya meminta pemerintah bertindak tegas terhadap perusahaan yang melanggar kewajiban pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerjanya.
Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, menyerukan penundaan impor 105 ribu mobil pikap dari India untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, memberikan klarifikasi tegas terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai penutupan gerai Alfamart dan Indomaret.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Rano Alfath, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menewaskan AT (14).
Proses hukum terhadap tersangka, yang merupakan oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS, harus dilakukan secara terbuka tanpa ada upaya menutupi fakta.
Abdul menjelaskan, penyidik belum menahan tersangka karena pemeriksaan akan dilanjutkan.
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yalimo, Papua sebagai penyelenggara pemilu dituding telah melakukan pelanggaran etik.
PAGUYUBAN Nusantara Yalimo Bangkit meminta MK untuk tidak mematikan suara rakyat Yalimo, dengan putusan yang semestinya
DEWAN Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan dua anggota KPU Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari jabatannya.
Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah tercatat sukses, meski dalam kondisi pandemi COVID-19. Pengalaman itu menjadi rujukan untuk penyelenggaraan berbasis manajemen risiko Pemilu 2024.
Ppartai politik juga harus ambil bagian dalam mendinginkan suasana dan mengajak pendukungnya untuk bisa menerima putusan MK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved