Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh mengaku belum mendapat informasi dari Presiden Joko Widodo mengenai berapa kader partainya yang akan duduk di Kabinet Kerja jilid 2. Padahal, Senin esok Jokowi sudah akan mengenalkan para menterinya kepada publik,
"Terus terang saja yang paling lucu ini NasDem, enggak dikasih tahu. Maka belum ada sampai hari ini. Acaranya (Presiden Jokowi) padet sekali ya," katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (20/10).
Baca juga: Susunan Kabinet Jokowi-Ma'ruf Akan Diumumkan Besok
Menurut dia, komunikasi antar partai pengusung Jokowi-Amin terus berlanjut. Ia menegaskan bahwa NasDem memiliki kader mumpuni dan berkualitas sebagai pembantu Presiden di kabinet.
"Belum ada bicara soal kursi kabinet, saya jujur pada kalian. Kalau pasukan di bawah tanya di kementerian mana, saya sebagai ketua umum enggak tahu. Saya pikir apapun yang diberikan presiden, portofolio apapun kita terima saja itu," terangnya.
Surya menjelaskan komunikasi Jokowi dengan partai di luar koalisi pendukungnya di Pilpres sangat baik. Catatannya, kata dia, roda pemerintahan harus seimbang dengan menjaga sistem checks and balances di parlemen.
Ia menegaskan penyeimbang sangat penting untuk menjaga pemerintah berlaku adil. demokrasi. "Saya pikir hampir semua (partai yang sempat berbeda pandangan di pilpres merapat) ya. Saya dengar, tapi belum pasti. Tapi ya beginilah, bagaimanapun kita harus menjaga sistem checks and balances. Kalau tidak ada lagi yang beroposisi, demokrasi berarti sudah selesai," pungkasnya. (OL-8)
KEMARIN, Partai NasDem genap berusia 14 tahun. Dalam tiga kali kesertaan di pemilu presiden dan legislatif, NasDem terus bergerak maju secara elektoral
Lili Romli berharap partai yang kalah diharapkan mengambil posisi sebagai partai oposisi agar mekanisme check and balances berjalan.
ANALIS komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensa menilai pernyataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tentang konsistensi ucapan dan perbuatan merupakan bentuk sindiran.
ANALIS komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensa menilai Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bersikap bijaksana dengan menyatakan mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh meminta para kadernya untuk menjadi teladan di tengah masyarakat, keteladanan dibutuhkan menghadapi tantangan politik dan kehidupan kebangsaan.
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan partainya berkomitmen mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain Tom Lembong, masih ada beberapa mantan menteri era Jokowi yang terjerat kasus korupsi. Berikut beberapa mantan menteri tersebut.
Seharusnya Prabowo berkaca pada kabinet pemerintahan Jokowi.
“Setahu saya ada. Kan Pak Prabowo sudah ngomong kalau nama-nama dari kabinet Pak Jokowi yang bagus-bagus akan juga dipakai untuk membantu beliau."
MENTERI Sosial Tri Rismaharini bungkam saat ditanya rencana mundur dari kabinet Presiden Jokowi. Ia hanya tersenyum dan melambaikan tangan ke awak media, Selasa (3/9).
PDIP berharap reshuffle kabinet di akhir masa jabatan ditujukan untuk meningkatkan kinerja. Pasalnya, persoalan perekonomian rakyat mendesak untuk diselesaikan.
Saat ditanya lebih lanjut soal Menteri ESDM Arifin Tasrif yang akan digantikan oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Presiden enggan menjawab kabar tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved