Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTOR hukum udara sekaligus dosen Universitas Pertahanan, Kolonel Pnb (Purn) Supri Abu mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo untuk kembali membahas negosiasi Flight Information Region (FIR) dengan pemerintah Singapura.
Namun, Abu menilai ada beberapa catatan yang harus diperhatikan pemerintah.
Abu mengaku telah membaca framework for negotiation of FIR rearrangement yang telah diteken pada 12 September lalu sebagai dasar pembahasan. Menurutnya, ada dua poin yang bisa merugikan Indonesia.
Pertama, kata dia, dalam poin negoisasi itu FIR dilihat semata-mata hanya soal kepentingan keselamatan penerbangan. Ia menyebut penguasaan FIR di Kepulaun Riau itu menyangkut kedaulatan Indonesia.
Apalagi, kata dia, FIR wilayah tersebut berada pada batas kritis atau "critical border" yang berpotensi terjadi sengketa wilayah dengan negara lain.
Baca juga : Indonesia dan Singapura Sepakati Kerangka Negosiasi Ruang Udara
“FIR yang berada di laut bebas itu berhubungan dengan kedaulatan, tidak bisa dipisahkan itu. Jadi bukan soal keselamatan saja,” kata Abu saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (9/10).
Poin kedua yang dianggap merugikan, kata dia, Indonesia mengakui hak Singapura khususnya soal ruang udara di Natuna yang sudah ditetapkan Singapura sebagai military training area (MTA).
“Itu sudah ditetapkan Singapura untuk latihan militer, namun Singapura bilang area itu adalah traditional training military. Itu tidak dikenal di hukum internasional yang seperti itu,” kata Abu.
Abu yang sudah melakukan kajian akademik soal FIR itu khawatir jika framework itu yang dijadikan dasar negoisasi justru bisa melemahkan Indonesia.
“Saya juga mempertanyakan kenapa leading sector-nya itu Menko Maritim, kenapa enggak Menkopolhukam, karena ini berbicara soal kedaulatan, pertahanan,” kata Abu.
Senada dengan Abu, pengamat penerbangan sekaligus mantan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal (purn.) Chappy Hakim FIR merupakan bentuk kedaulatan Indonesia atas wilayah udaranya sendiri.
Apalagi, Indonesia mendeteksi Singapura seringkali menjadikan area itu dijadikan sebagai tempat latihan perang angkatan udara mereka.
“Jadi kalau ada yang bilanb FIR tidak ada hubungannya dengan kedaulatan, itu ngawur,” tegasnya.
Pun demikian, ia mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang langsung membawa persoalan FIR itu ke Singapura saat berkunjung pada Selasa (8/10).
“Saya salut dengan presiden yang to the poin untuk membahas FIR,” kata dia. (OL-7)
Indonesia dan Singapura matangkan rencana ekspor listrik bersih! Simak strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjadikan Kepulauan Riau sebagai hub industri teknologi tinggi dan pusat energi
Sebanyak 30 pemimpin muda dari Singapura dan Indonesia berkumpul di Singapura pada Januari lalu dalam program BRIDGE yang digagas Singapore International Foundation.
Interaksi lintas budaya serta kesempatan membangun global networking diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam memulai karier profesional.
KPK menyatakan tidak mempermasalahkan batalnya Jamdatun Kejagung Narendra Jatna bersaksi dalam sidang ekstradisi buronan Paulus Tannos di Singapura karena sudah ada afidavit.
Seorang anak perempuan warga negara Indonesia tertabrak di kawasan Chinatown, Singapura
WNI yang sedang menyebarang di Chinatown Singapura tertabrak
PENGAMAT kebijakan publik Gian Kasogi mengatakan, peran menteri pertahanan sebaiknya fokus untuk menangani isu soal keamanan dan pertahanan nasional.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya peran satuan-satuan tempur sebagai fondasi utama kekuatan pertahanan nasional.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
CO-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, mengatakan, kemandirian industri pertahanan merupakan salah satu pilar kedaulatan negara.
Pemerintah Inggris dikritik lantaran bergerak dalam kecepatan lambat terkait pertahanan domestik,
EDGE, perusahaan di bidang pertahanan asal Uni Emirat Arab, secara resmi menandatangani kerja sama strategis dengan Republikorp.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved