Jumat 27 September 2019, 15:46 WIB

Polri Bentuk Tim Investigasi Kematian Dua Mahasiswa Halu Oleo

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
 Polri Bentuk Tim Investigasi Kematian Dua Mahasiswa Halu Oleo

MI/RAMDANI
Kepala Divisi Humas Polri M Iqbal

 

KEPALA Divisi Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan pihaknya akan membentuk tim investigasi gabungan guna menyelidiki kematian mahasiswa Universitas Halu Oleo dalam aksi demonstrasi di DPRD Sultra, Kamis (27/9) kemarin.

"Tim investigasi gabungan akan bekerja, polri tentunya, pihak universitas dan pihak terkait masuk tim investigasi gabungan. Untuk membuka apa penyebab meninggalnya dua mahasiswa. Kita akan buka setransparan mungkin," kata Iqbal di Mabe Polri Jakarta Selatan, Jumat (27/9).

Iqbal menambahkan, tim bentukan polri akan bekerja bila hasil autopsi membuktikan kematian Randi akibat peluru tajam.

"Apabila nanti disimpulkan akibat meninggalnya adalah tembakan, bapak Kapolri sudah membentuk tim investigasi gabungan untuk mencari tahu siapa pelakunya," sebutnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah meminta Karo Provost Divisi Propam Polri Brigjen Hendro Pandowo dan Inspektur Wilayah Itwasum Polri Brigjen Denni Gabriel, sebut Iqbal, untuk memeriksa adanya pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) oleh personel Polda Sultra atau Polres Kendari dalam penanganan aksi demo mahasiswa.

"Saat ini bapak Kapolri sudah mengirimkan dua tim. Satu tim propam dan satu dari inspektorat pengawasan umum," jelasnya.

Oleh karena itu, Iqbal berharap masyarakat menunggu dan mempercayakan proses penyelidikan penyebab kematian korban dan pelaku penembakan kepada tim investigasi bentukan Kapolri tersebut.

"Penyelidikan dilakukan secara ilmiah. Dua orang ini bekerja untuk memastikan apakah ada kesalahan SOP dan lain-lain. Percayakan kepada kami, kepada tim investigasi gabungan untuk melakukan penyelidikan secara scientific," lanjutnya.

Baca juga: PPP: Jangan Buru-buru Tuduh Polisi yang Lakukan Penembakan

Sebelumnya, Karopemnas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyebut mahasiswa Universitas Halu Oleo bernama Randy 21 tewas dalam perjalanan ke rumah sakit ketika ditemukan tak sadarkan diri dalam aksi demontrasi di Gedung DPRD Sultra, Kamis (26/9).

"Mahasiswa dari Universitas Halu Oleo pada saat kegiatan unjuk rasa yang terjadi di depan kantor DPRD diketemukan telah jatuh dan dievakuasi teman-temannya menuju RS korem, dalam perjalanan ke RS Korem yang bersangkutan meninggal dunia," sebut Dedi.

Dia menjelaskan tim Polda Sultra bekerja sama dengan RS Korem mengevakuasi korban ke RSUD untuk dilakukan autopsi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari dokter RS Bhayangkara, RS Korem dan RS Kendari.

"Masih proses autopsi untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab utama kematian yang bersangkutan," terangnya.

Diketahui mahasiswa perikanan semester 7 ini meninggal dunia usai terlibat bentrokan dengan polisi di gedung DPRD Sultra, Kamis (26/9)

Randy dibawa ke rumah sakit Korem Kendari sekitar 16.18 WITA oleh sejumlah temannya usai diterjang peluru bagian dadanya.

Warga asal Desa Lakarinta Kabupaten Muna itu sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Korem Kendari. Nyawanya tidak bisa diselamatkan karena peluru menembus dada kanannya.

Selain korban meninggal, salah satu mahasiswa Teknik UHO Kendari bernama La Ode Yusuf Kardawi mengalami kritis setelah kepalanya dihantam oleh aparat.

Yusuf mahasiswa Fakultas Teknik angkatan 2018 yang sempat dirujuk ke Rumah Sakit Bahteramas Kendari, juga menghembuskan nafas terakhir setelah mengalami luka parah bagian kepala dan tidak sadarkan diri. (A-4)

Baca Juga

dok.mi

SMRC Sarankan PDIP Usung Capres yang Popoler untuk Kalahkan Anies

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 06:10 WIB
PDI Perjuangan perlu mengusung calon yang juga populer. Ganjar Pranowo merupakan opsi yang tepat untuk maju dalam Pilpres 2024, saran...
ilustrasi

Yuk, Cek Hak dan Kewajiban Warga Negara di Pasal 27 UUD 1945

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 22:49 WIB
UUD 1945 Pasal 27 Ayat 1, 2, dan 3 berisi tentang hak dan kewajiban dasar yang dimiliki dan harus dilaksanakan setiap masyarakat Indonesia...
Antara

Kejaksaan Terima Enam Boks Barang Bukti Kasus Pembunuhan Brigadir J

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 22:46 WIB
Barang bukti tersebut sudah diverifikasi pada Selasa (4/10) ini di Kejari Jakarta Selatan. Proses pengecekan untuk mempermudah tim JPU saat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya