Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
JAKSA Agung HM Prasetyo menduga pemberitaan terkait operasi senyap oleh tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap oknum jaksa di lingkup Kejaksaan Tinggi DKI cenderung bias.
"Meskipun ada yang benar namun ada juga pemberitaan yang tendensius. Saya pun jadi bertanya-tanya ada agenda apa di balik pemberitaan yang cenderung liar ini," ujar Prasetyo kepada wartawan, Jumat (5/7).
Menurut dia, pemberitaan bias tersebut dikaitkan dengan puteranya yang kebetulan menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Bayu Adhinugroho Arianto. Padahal, dalam operasi yang dilakukan pada Jumat (28/6), Ketua KPK Agus Rahardjo sudah menjelaskan bahwa Bayu tidak terkait dengan kasus.
Selain isu keterlibatan Bayu, Prasetyo juga menduga operasi tangkap tangan (OTT) itu dikaitkan dengan persiapan seleksi calon pimpinan KPK dari unsur Korps Adhyaksa. Dugaan itu diakuinya semakin jelas setelah ada informasi bahwa salah satu panitia seleksi capim KPK disarankan oleh seseorang untuk tidak meloloskan kandidat berlatar jaksa.
Bahkan, terang dia, ada juga yang merilis kalau selama ini ada 8-9 jaksa yang sudah terjaring OTT. Menurut dia, jumlah jaksa di Tanah Air mencapai 10 ribu orang, sehingga tidak boleh informasi mengenai penangkapan oknum jaksa itu digeneralisasi bahwa memang kejaksaan tidak profesional.
"Saya katakan jangan digeneralisir dan jangan sampai justru mematahkan semangat dari penegak hukum, khususnya kejaksaan. Kita semua berbenah diri, kita evaluasi, dan kami berusaha untuk menjadi semakin baik lagi."
Sebagai pimpinan kejaksaan Prasetyo memastikan tidak akan menutupi, mencegah, dan melindungi siapapun anak buahnya yang kedapatan melanggar hukum. Mereka yang bersalah wajib diproses sesuai regulasi yang berlaku. Sebaliknya, jaksa berprestasi juga akan diberikan penghargaan.
Di sisi lain, imbuh dia, pemberitaan bias mengenai operasi penangkapan oleh KPK juga diduga bermuatan politis lantaran banyak kasus yang melibatkan jaksa. Apalagi muncul isu bahwa bahwa kandidat Jaksa Agung pada periode kedua pemerintah Joko Widodo sebaiknya berasal dari luar institusi.
baca juga: Rancangan E-Rekapitulasi Disambut Baik Komisi II DPR
"Isu siklus lima tahunan itu bisa saja terjadi. Saya berharap kejaksaan tetap dipegang oleh pejabat karier karena mereka yang paling tahu persis anatomi dan tugas-tugasnya. Ingat, kendaraan jaksa bukanlah kendaraan yang kalau rusak langsung ditinggalkan. Kami punya semangat untuk membenahi dan memperbaiki," tandasnya. (OL-3)
SIDANG kasus pemblokiran Jalan Pantura dengan terdakwa dua pentolan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto, memasuki babak akhir.
KPK ingatkan artis yang masuk politik untuk belajar tata kelola pemerintahan. Hal ini merespons Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang berdalih tidak tahu hukum karena latarbelakang pedangdut
KPK mengungkap perusahaan milik keluarga Fadia Arafiq mendominasi proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan selama 2025.
KPK menetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebagai tersangka tunggal kasus korupsi pengadaan barang dan jasa. Fadia ditahan hingga 23 Maret 2026.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel usaha salon, restoran, hingga sejumlah mobil di rumah dinas yang diduga milik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
KPK ungkap detail OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terkait dugaan suap pengadaan 'outsourcing' di Pemkab Pekalongan.
Berdasarkan komposisi pimpinan KPK 2024-2029 yang terdiri dari unsur kepolisian, jaksa, hakim, dan auditor BPK akan berpengaruh pada independensi KPK.
SETYO Budiyanto terpilih menjadi Ketua KPK periode 2024-2029 berdasarkan pemungutan suara yang dilakukan Komisi III DPR RI. Ia memiliki kekayaan senilai Rp9,6 miliar.
Pada Senin, 18 November, Setyo memaparkan visi misi dan pemikirannya soal lembaga antirasuah pada uji kelayakan dan kepatutan Capim dan Calon Dewas KPK yang digelar Komisi III DPR RI
KOMISARIS Jenderal Setyo Budiyanto terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024-2029
Guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Jimly Asshiddiqie mengatakan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebaiknya tidak dihapus.
Komisi III DPR memutuskan mekanisme pemilihan voting saat menggelar rapat pleno penetapan calon pimpinan (capim) dan calon dewan pengawas (dewas) KPK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved