Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH kelompok massa kembali menggelar aksi damai di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Merdeka Barat, kemarin. Dua di antaranya kelompok yang mengaku sebagai Ikatan Keluarga Besar Universitas Indonesia (IKB UI) bersama dengan elemen masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Indonesia Berdaulat (Kibar).
Mereka membentangkan spanduk bertuliskan 'Aksi ini bukan Bela Prabowo. Aksi ini Bela Kedaulatan Rakyat. Kembalikan Kedaulatan Rakyat dari Perampok Suara Rakyat'. Terlihat pula spanduk berslogan We Stands for Honest and Fair Constitutional Court Judges yang diangkat beberapa peserta aksi.
Aksi tersebut dikemas dengan pergelaran seni khas Betawi. Sepasang ondel-ondel meramaikan disertai iringan musik khas Betawi.
Tim Advokasi IKB UI Djuju Purwantoro mengatakan aksi itu menyampaikan pesan moral kepada hakim Mahkamah Konstitusi agar peduli kondisi demokrasi Indonesia yang dinilai mereka karut- marut.
"Selain pesan moral, kami menyatakan keprihatinan atas terjadinya tindak kekerasan pada 21-22 Mei, juga dengan meninggalnya ratusan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara)."
Di samping IKB UI dan Kibar, kelompok lain yang hadir di antaranya Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Persaudaraan Alumni 212, Aksi Bela Islam Brigade Jawara Betawi 411, dan Front Pembela Islam (FPI).
Koordinator lapangan unjuk rasa Abdullah Hehamahua, mengatakan aksi akan berlangsung di setiap sidang Mahkamah Konstitusi (MK) sampai putusan sengketa pemilu presiden pada 28 Juni mendatang.
Abdullah meyakinkan aksi yang disebut mengawal sidang MK terkait dengan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pemilu presiden itu akan berlangsung damai dan tertib. "Tidak ada kerusuhan dan kericuhan, kalau ada kericuhan provokasi, tangkap, pasti itu bukan bagian dari kita."
Meski begitu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mempertanyakan aksi demonstrasi tersebut.
"Kalau demo berlangsung aman dan damai, tidak apa-apa. Akan tetapi, anjuran Pak Prabowo jelas bahwa tidak perlu mendatangi MK dan menjaga suasana aman dan damai agar sidang berjalan dengan tertib serta sidang MK tidak diganggu gerakan massa," kata Wiranto.
Polri dan TNI mengerahkan 13.747 personel untuk mengamankan persidangan PHPU Pipres 2019 di MK, kemarin. Sidang akan dilanjutkan hari ini dengan agenda pemeriksaan saksi. (Mir/Ant/P-2)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Perkara ini bermula dari hubungan kerja sama bisnis di bidang pemasaran asuransi. Pada 6 Agustus 2018,
Fickar menambahkan bahwa tindakan oknum aparat yang sewenang-wenang dapat merusak citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kutai Barat, Iptu Rangga, menegaskan bahwa perkara ini bukan konflik antara perusahaan dan masyarakat,
Konflik kedua negara kembali memanas akibat perselisihan batas yang sudah berlangsung turun-temurun sejak era kolonial Prancis.
SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mempercepat penegasan batas desa
Proyek pembangunan berskala besar tentu membawa peluang ekonomi signifikan. Namun, di sisi lain, kompleksitas proyek lintas negara ini juga membuka potensi terjadinya sengketa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved